Pengantin 70 Tahun

What gift would you give to a 70-year-old bride?

 

Ini serius. Nanya beneran. Jangan pada ketawa. Teman seorang tante (70 tahun) akan menikahi mantan pacar sewaktu mudanya (76 tahun) minggu depan. Speaking of telat nikah.

read more

4-img-6024

Pengantin 70 Tahun

What gift would you give to a 70-year-old bride?

 

Ini serius. Nanya beneran. Jangan pada ketawa. Teman seorang tante (70 tahun) akan menikahi mantan pacar sewaktu mudanya (76 tahun) minggu depan. Speaking of telat nikah.

read more

7th June 2017 | 4:58 pm |

one

Respon

Mendadak Mayor

“Gy, orang Cina itu beneran dimusuhin nggak sih?” Tanya MasJe tiba-tiba.

“Yahh…paling sering dikatain ‘dasar Cina’, kalau bikin surat-surat rada lama, sama diperkosa kalau kerusuhan…. Tapi kan sekarang uda nggak ada kerusuhan, jadi lumayanlah,” gue menjawab enteng.

“Itu kenapa ya Gy? Gue sering dikatain, dibilang, ngapain loe temenan sama Cina? Nggak ada untungnya, paling ntar dicurangin.”

“Lha loe temenan sama gue!”

“Itu die, gue sih pernah dicurangin sama Cina, jadi awalnya gue wajar-wajar aja kalau ada yang sentimen, tapi loe yang nggak curang juga dimusuhin sampai segitunya ya? Boleh nggak sih begitu?”

read more

13th May 2017 | 2:35 pm |

no

Respon

Kenapa Bukan Ahok

“Sebenernya, gue ngerti sih kenapa orang-orang pada gak milih Ahok..” gue nyengir sambil nengok kiri-kanan, di tengah pujasera pusat perbelanjaan. Gue yakin akan banyak yang mengangkat alis kalau gue bicara secara publik soal ini. Namun dengan hanya seorang teman, gue berani curcol.

 

Dari grup whatsapp, makan malam keluarga, hingga reuni sekolah masih diisi dengan satu pertanyaan: kenapa? Kenapa, rakyat tidak bisa melihat pekerjaan hebat gubernur sang petahana? Kenapa mereka begitu goblok dipanas-panasin dengan isu-isu agama?

read more

11th May 2017 | 5:51 am |

one

Respon

Gue Juga Pribumi

“Pak! Bagi stikernya dong, satu!” Gue memanggil dari balik kaca mobil yang gue turunkan separoh. Pria berkopiah berjaket majlis yang sedang membagikan stiker ‘pribumi’ warna ijo di bilangan Kelapa Gading, melirik, lalu menggelengkan kepalanya.

 

“Loh kenapa? Saya kan pribumi!” gue ngotot, sambil mengendarai mobil dengan kecepatan rendah membuntuti si Bapak. Ia kembali melirik, melihat wajah sipit hidung pesek kulit koneng, dengan rambut highlight loreng bak harimau Sumatera yang sudah hampir punah.  Ia menggumam-gumam, nggak..nggak..bu…

 

“Dasar pelit! Biarin, saya cetak sendiri stikernya!”  Gue memaki lalu meninggalkan si Bapak yang melongo heran. Mungkin kaget, mendapat cacian yang biasanya lebih sering dilemparkan pada orang-orang berwajah seperti gue daripada dirinya.

read more

2nd April 2017 | 10:06 am |

one

Respon

Move on ke Putaran Kedua Pilgub

Saya mau nulis serius. Iya tahu, saya jarang nulis politik, apalagi yang serius-serius. Habisnya baru kali ini jagoan saya gagal. Belum kalah sih, tapi kita semua tahu ramalannya gimana kalau pilgub jadi dua putaran. Terbukti ketika Antasari buka mulut, suara paslon 1 turun, tapi pindahnya ke paslon 3. Kebayang kan putaran dua kayak apa?

 

Tadinya saya mau misuh-misuh pedes kayak perempuan baru diputusin. Tapi nanti blog ini hanya akan jadi rangkuman dari rentetan keluh kesah ribuan chat di 10 whatsapp group saya. Let me do what I can do best: MOVE ON. Ini yang menurut saya sebagai pendukung Badja, jadi langkah move on ke putaran ke dua!

read more

15th February 2017 | 4:53 pm |

4

Respon
next