Move on ke Putaran Kedua Pilgub

Saya mau nulis serius. Iya tahu, saya jarang nulis politik, apalagi yang serius-serius. Habisnya baru kali ini jagoan saya gagal. Belum kalah sih, tapi kita semua tahu ramalannya gimana kalau pilgub jadi dua putaran. Terbukti ketika Antasari buka mulut, suara paslon 1 turun, tapi pindahnya ke paslon 3. Kebayang kan putaran dua kayak apa?   Tadinya saya mau misuh-misuh pedes kayak peremp...
read more

9-koi-pond

Move on ke Putaran Kedua Pilgub

Saya mau nulis serius. Iya tahu, saya jarang nulis politik, apalagi yang serius-serius. Habisnya baru kali ini jagoan saya gagal. Belum kalah sih, tapi kita semua tahu ramalannya gimana kalau pilgub jadi dua putaran. Terbukti ketika Antasari buka mulut, suara paslon 1 turun, tapi pindahnya ke paslon 3. Kebayang kan putaran dua kayak apa?

 

Tadinya saya mau misuh-misuh pedes kayak perempuan baru diputusin. Tapi nanti blog ini hanya akan jadi rangkuman dari rentetan keluh kesah ribuan chat di 10 whatsapp group saya. Let me do what I can do best: MOVE ON. Ini yang menurut saya sebagai pendukung Badja, jadi langkah move on ke putaran ke dua!

read more

15th February 2017 | 4:53 pm |

4

Respon

Yang Lebih Menakutkan daripada Kampanye Pilgub…

2014. Seperti manusia lainnya, saya juga pernah buat salah.. salah pilih pacar di masa lampau. Dan saya terjebak dengan seorang mantan pacar yang hobi banget kampanye buat Bapak yang ‘ono’.

 

Whatsapp saya habis dibombardir oleh berita tentang paslon nomor sekian. Nggak ditanggapi, dikirim via FB messenger. Kalau nggak dibaca, dikirim via SMS. Nggak diwaro juga, saya dicurigai gagal move-on, pasti masih sakit hati karena diputusin.

 

Karena hayati lelah , saya jawab aja bahwa saya memang sudah berubah, jadi pilih paslon sesuai pilihannya beliau. Dalam pikiran saya yang dangkal, tentu dengan berhasilnya kampanye yang dilakukan, ia jadi bisa pindah berfokus pada target-target lain.

 

Taktik saya berhasil sementara. Ia kelihatannya senang dengan jawaban saya dan teror berita oborkompor itu berakhir. Saya bisa tidur tenang selama.. 1 malam.

 

Ya, hanya satu malam saja. Karena malam berikutnya, tepat pukul satu pagi, saya kembali dibombardir dengan kampanye, tapi kali ini bukan tentang mengganti calon presiden, tapi tentang.. mengganti agama.

read more

11th February 2017 | 7:11 pm |

no

Respon

Indonesia, Negara Paling Arab Sedunia

“Jadi gimana bok, selamat loe di Arab? Teman-teman dan keluarga menyambut kembalinya gue dengan khawatir. Gue menjawab santai, “iya lah! Orang semua masih kalah Arab sama Indonesia, tenang aja!”

 

Ketika perusahaan kami mendapat kesempatan memasarkan buah segar Indonesia ke beberapa negara Timur Tengah, metode memilih perwakilan yang berangkat pakai hompimpah yang keluar jaga.

read more

30th January 2017 | 5:09 pm |

2

Respon

Nikmatnya Jadi Gila

I have a confession to make.

 

Ada masanya gue mendapat akses ke akun seseorang yang… cukup ekstrim. Ekstrimnya kiri atau kanan, sebaiknya tidak dibahas di sini. Namun yang jelas, berkat pernyataan-pernyataannya di jejaring sosial, ia telah kehilangan puluhan orang teman yang merasa pemilik akun sudah kurang waras.

 

Yang punya akun tidak keberatan gue utak-atik, mengira gue memang tulus membantu mengungkapkan visi. Sedangkan bagi gue, ini kesempatan menikmati memiliki alter-ego, tanpa perlu mengorbankan image.

 

I had a blast. Gue meng-copy dan share link-link dari media-media kurang kredibel yang pemrednya sebagian sudah terjerat UU ITE, macam komporakyat, mrikionline, dan lain sebagainya. Lalu gue tambahkan komentar-komentar panas. Gue mengerahkan segala kemampuan gaya Bahasa hiperbolik untuk tampil picik, judgemental, dan.. gila.

 

Hasilnya, gue menulis biasa aja banyak yang sewot, apalagi kalau gue nulis yang ekstrim. Komentar-komentar berdatangan. Sebagian besar menghujat, menimpali dengan fakta-fakta yang berlawanan. Semakin dilawan gue semakin menggila. Betapapun rasionalnya fakta yang diberikan, gue akan meradang melawan dan membantah dengan fakta yang lebih aneh lagi. Gue membalasnya sambil ketawa-ketawa di posisi jungkir balik.

read more

9th December 2016 | 11:53 am |

2

Respon

Sapa Suruh Dateng Jakarta, Cina!

“Ini apa hubungannya sih demo penistaan agama sama ngejarah Indomaret di Pluit?”
“Ya emang kagak ada, yang satu alasannya rohani, yang satu sih duniawi! Itu mah bagian dari kontrak aje!”
“Hah? Kontrak apaan?”

 

Ketika aksi damai menuntut proses hukum Ahok berlanjut ricuh, seluruh jejaring media sosial, whatsapp, dan media dipenuhi teriakan protes bernada kebencian. Gue memilih pasif, jadi pengamat penerima semua pesan, baik pro maupun kontra.

 

Alasan pertama adalah karena semua opini gue sudah tertuang sempurna oleh tulisan lain. Alasan kedua, gue sedang mau menghayati ‘peran’ gue sebagai seorang keturunan Cina yang tinggal di Indonesia.

read more

5th November 2016 | 5:36 pm |

45

Respon
next