GOSIP ITU DOSA: gosip apa fakta?

Setiap tahunnya menjelang masa natal, sebagai anak bapak yang baik, gue akan mendatangi Gereja, berlutut, berefleksi, dan mengakui dosa-dosa gue dihadapan Pastor.

Setiap tahunnya menjelang masa natal sejak pubertas, gue akan menyatakan:

Saya berdosa, dalam pikiran dan perkataan, dalam perbuatan dan kelalaian, khususnya bahwa saya telah: Berbohong pada orang tua (Alhamdullilah bagian ini sudah hilang tahun ini), bergosip, membicarakan kejelekkan orang lain, suka mencela dan menyakiti orang lain dengan ucapan saya….

A Birthday Utopia

Jarum jam digital bergerak sedikit. 15 Desember 2008, 00:01. Dan sebuah ulang tahun berakhir. Si gadis ulang tahun yang sekarang sudah tidak ulang tahun lagi itu duduk sambil melongo dengan perasaan dikhianati. Gue merasa dicurangi alam.

Tanggal 14 Desember 2008 itu sudah gue nantikan sejak tanggal 14 Desember 2007. Setahun penuh gue menyusun dan mengkhayalkan bagaimana hari itu harus dilewati.  Lalu tanggal tersebut datang tanpa bisa dicegah, lalu lewat dalam sekejap. Apakah waktu tidak memperhitungkan penantianku selama 365 hari? Tega-teganya ia  berlalu begitu saja. Istimewapun tidak.

the ONE

Mungkin mantra kejombloan gue sudah kurang ampuh. Semakin banyak sahabat dan handai taulan yang menemukan belahan hatinya. Seperti hari ini, gue terlibat dalam percakapan macam ini:

Orang Lain: Ehh, loe tau ga, si itu udah punya pacar lho sekarang! Si dia juga awet banget, uda 4 tahun pacaran!”

Margie (didorong rasa penasaran dan setengah sirik): Oh ya, masa si? Pengen tahu, coba sini kasi liat pacarnya kaya apa!

Kami mengendap-endap mencuri pandang ke pasangan yang dimaksud

Orang Lain: Tuu..gy! dia aja laku! Masa loe kalah sih?

Margie (sewot, sombong): Halah! Kalau cuma yang kaya gitu sih, SEPULUH gue bisa dapet!

Setahun Kemarin

“Gy! Jadi ga nih taun baruan di Bali?”

“Kayanya ganti haluan nih…loe jadi ikutan ga?”

Saya tahu…tahun baru masih bulan-bulan depan, tapi demi mewujudkan tahun baru yang berkesan, tentunya perencanaan harus dimulai dari sekarang. Dan rumpian tahun baru ini telah membawa gue napak tilas pada 2 tahun baru terdahulu…sambil mencari, tipe tahun baru mana yang passs buat gue!

Dunia dalam fitness

Berawal dari cinta yang bersemi di gym kami, gue jadi sangat rajin fitness. Tapi bukan gue yang kasmaran, melainkan seorang teman, yang meng-claim baru kali ini bertemu dengan seorang pria berbeda ras yang bisa membuatnya mabuk kepayang.

Generasi tanpa mimpi

Untuk Semua nya nuhun…ini sbenernya nulisnya uda dimulai minggu lalu, tapi terdistract sama mas mantan yang numpang lewat di tengah minggu…lalu si bos dateng dari singapur..jadinya baru terpost skarang..tapi kondisi tetep sama kok..tetep ga punya mimpi…

He’s just not that into me (anymore)

Takdir memang kejam. Of all other places…of all the time…dari smua kafe, rumah makan, pesta, silaturahmi…gue harus ditakdirkan untuk bertemu kembali dengan Mas Mantan di ruang tunggu DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN.

Sapa suruh kawin lagi?

Apa rasanya punya tiga orang ibu?

Itulah pertanyaan yang terus menghantui gue setelah bertemu dengan keluarga seorang teman.

“Kenalin, ini nyokap…”

“err..halo…err..tante?”

Gue menyapa dengan canggung. Bagaimana tidak, perempuan yang disebutnya sebagai nyokap itu kira-kira usianya cuma sekitar 2 tahun lebih tua dari gue, padahal teman gue sebaya dengan gue. Berdasarkan pengetahuan, ga mungkin kan beliau hamil pas usia 2 tahun?

Formalin Seleraku

Pertanyaan kuis uji nasionalisme: Sebutkan makanan dan minuman khas Indonesia!

 

Kunci jawaban: Baso borax, sate ayam tiren, tahu bacem formalin, tempe goreng plastik, sambel lampung cap tekstil, buah-buahan suntik gula dan daging giling sisa hotel.