Kisah Negara Minder dari Semarang

Di Semarang ada apaan sih? Gue seringkali dihadapkan pada pertanyaan ini, setiap kali gue bepergian ke ibukota Jawa Tengah itu. Bayangan udara lembab semenanjung berpadu dengan terik matahari menyapu gedung-gedung kuno yang mulai digeregoti tanaman liar, membuat setiap penanya, baik yang sudah pernah pergi maupun yang tidak, mengerenyit pesimis.   Petualangan, gue menjawab...
read more

15-katedral-lourdes_2

Ujan Batu di Negri Orang

Enakan di Singapur apa Indonesia? Atau intinya : Enakan di negeri orang, dengan standard hidup yang baik, apa sejelek-jeleknya yang penting negeri sendiri ?
read more

29th July 2008 | 11:35 am |

no

Respon

Yang Tua Yang Dipercaya

Inget serial iklan rokok yang suka ga ada hubungan sama rokoknya sendiri? Meski tidak merangsang gue untuk membeli rokok merk tersebut, iklan tersebut sukses membuat gue teringat selalu. Salah satu yang mereka buat adalah slogan Yang Tua Yang Dipercaya, atau sejenis itu. Tentunya dengan gambaran berlebih tentang lelaki muda yang didandanin sampai setua-tuanya sebelum presentasi, supaya meyakinkan oleh bosnya yang tua bangka gendut pendek bertampang senior.
read more

21st July 2008 | 9:34 am |

no

Respon

Paradoks Jodoh

“Dek, kamu inget ga sama si Ini? Itu tuu..anaknya tante Itu…”

 

“He euh?”

 

“Tadi mami ketemu sama dia…wah..sekarang ganteng lho! Uda gitu, sukses lagi…Tau ga, dia itu yang…”
read more

14th July 2008 | 6:37 am |

no

Respon

Multi Level Charity

Seorang pemuda berkaos putih dan berkaleng berjalan menghampiri begitu gue keluar dari MRT station.Insting gue menyuruh gue untuk menghindar dan gue segera mengambil langkah diagonal sambil memalingkan muka pura-pura tidak melihat. Gagal. Ternyata di arah jam 12 langkah diagonal gue, pemudi lain dengan seragam yang sama telah menanti. Beliau menyodorkan kaleng ditangannya sambil menggumam tak jelas.Gue menggeleng sambil tersenyum minta maaf lalu mempercepat langkah.  Dalam jarak 100 meter, gue melihat gerombolan berseragam sama. Buru-buru gue naik escalator, mengambil jalan memutar demi menghindari mereka. Terlambat. Salah seorang men-spot gue.Agak tak rela, gue menyemplungkan 20 sen ke kaleng itu.Si anggota gank menggumam, mungkin bilang makasih, mungkin juga menggerutu ala tukang parkir diupah 100 perak.
read more

9th July 2008 | 2:09 am |

no

Respon