China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

padang-padang-bali

Mengejar Mas-Mas

Mereka bilang aku cewe matre. Seorang teman pernah mengobservasikan bahwa semua lelaki yang pernah dekat denganku berasal dari kalangan berpunya. Aku bilang, aku tidak sengaja. Kebetulan saja bahwa pria yang dekat denganku ternyata…tidak miskin. Tapi kalau begitu tanyanya, mengapa aku tidak pernah jalan dengan mas-mas? Aku jawab, kalau panggilannya saja udah mas-mas, aku tidak naksir padanya, at the first place…
read more

14th January 2009 | 7:58 am |

no

Respon

Yogyakarta

It’s all started in one night. Malam itu dua hari sebelum tahun baru. Sorenya, gue baru saja minum teh di samping patung berisi roh jahat, di balik sebuah ruangan yang menyimpan replika Lara Jonggrang. Mungkin pengaruh ditatap si arwah perempuan penasaran setengah harian, atau kena sihir sang Lara Jonggrang, malam itu gue tidak bisa berhenti memikirkan kisah dua perempuan yang kurang beruntung itu.
read more

5th January 2009 | 11:23 am |

no

Respon