Kisah Negara Minder dari Semarang

Di Semarang ada apaan sih? Gue seringkali dihadapkan pada pertanyaan ini, setiap kali gue bepergian ke ibukota Jawa Tengah itu. Bayangan udara lembab semenanjung berpadu dengan terik matahari menyapu gedung-gedung kuno yang mulai digeregoti tanaman liar, membuat setiap penanya, baik yang sudah pernah pergi maupun yang tidak, mengerenyit pesimis.   Petualangan, gue menjawab...
read more

53-boromini-vs-bernini

A Proud Bitch

It’s just another day in the city, dimana setiap orang yang menggunjingkan yang lainnya, dan dimana setiap orang merasa dirinya lebih baik dari yang digunjingkan atas standard moralnya masing-masing.

Dan sebagai bagian dari hari yang biasa itu, seorang kenalan dengan gaya biasa menyarankan agar gue tidak terlalu dekat dengan kenalan yang lain, perempuan murahan bahkan gratisan ga punya harga diri yang  menggunakan kewanitaannya untuk mendapat kemudahan dalam hidup.

Sambil memasang topeng dan senyum ‘karir’, gue menjawab halus, “Woman, I lived with hookers before, I think I should be able to handle a bitch.” Gue mengangkat gelas kopi stirofoam gue dan meninggalkan lawan bicara ternganga.

read more

30th September 2009 | 12:59 pm |

no

Respon

Maklumat Persatuan Tukang Gosip Profesional Tanah Air (PTGPTA)

Kredibilitas dan citra Persatuan Tukang Gosip Profesional Tanah Air (PTGPTA) tercoreng. Seorang kader senior, Oknum R, baru saja dilabrak akibat salah langkah dalam beraksi. Hal ini tentu saja mencoreng nama baik para pegosip sejati yang tergabung dalam PTGPTA, yang terkenal santun dan objektif dalam bergosip.

read more

17th September 2009 | 12:10 pm |

no

Respon

If you DON’T have it, DON’T flaunt it

Momment Alz-Vous

Kok gue ga ngerti ya? Gue melongo sambil meneliti croissant dengan deskripsi demikian di sebuah gerai roti ternama di Jakarta. Sembari membayar gue terus memikir-mikir. Kedengerannya Perancis, tapi kok gue ga pernah denger? Klo Inggris, lebih ga pernah denger lagi…

read more

11th September 2009 | 12:43 pm |

no

Respon

Don’t Cha!

Seolah-olah mencari pria Katolik yang mampu mencintai dan dicintai untuk diri sendiri di Jakarta belum sesulit mencari jarum di antara tumpukan jerami, kami berusaha mencari jodoh tersebut bagi guru yoga kami. Setelah menawarkan berbagai instruktor yang ternyata gay, kami menemukan target: lelaki berdarah Brazil yang lewat mata batin para wanita, cukup berpotensi.

read more

1st September 2009 | 10:50 am |

no

Respon