China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

1-the-fish-doctor

Tuhan yang suka menghukum

Sungguhlah orang sombong akan direndahkan. Prestasi di bidang gosip yang amat gue bangga-banggakan ternyata kalah dengan hanya seorang hansip. Zaenudin, atau Udin-lah yang dapat mengetahui dan punya pengaruh untuk menyebarkan siapa yang berselingkuh, berpacaran diam-diam, kawin siri, pulang pagi, atau beli kulkas baru di RT 010/ RW 002 yang termasyur.

read more

27th October 2009 | 10:55 am |

no

Respon

Menulis seperti Miyabi

“De, kamu tuh kalau nulis yang kaya Miyabi gitu!”

Emang Miyabi penulis?

“Nulis bokep maksudnya?”

Gue berkerut-kerut mendengar saran si mamih di pagi yang cerah. Beberapa hari lalu ia bertanya siapa Miyabi. Ketika dijelaskan bahwa Miyabi adalah bintang porno Jepang, si Mamih berkomentar heran, “Kok FPI bisa tau ya dia main film apa? Mami aja nggak tau…” ujarnya sambil lalu.

read more

18th October 2009 | 9:51 am |

no

Respon

Overheard in Singapore

Gue pernah tinggal selama 4 tahun di Singapur, dan setelah itu masih mengakrabi negeri tersebut beberapa bulan sekali. Tapi gue masih sering terkejut-kejut kaget mendengar percakapan dengan asumsi Uniquely Indonesian. Kaget-kagetan itu membuat gue tidak bisa merespon secara tepat saat itu. Sebagai penebusan rasa bersalah karena gagal menjadi duta bangsa yang menjelaskan lebih jauh tentang Negara junjungan kita semua ini, maka gue pun bermaksud menjelaskannya, disini saja…

read more

11th October 2009 | 4:52 am |

no

Respon