The New Majority

“Lu pulang kagak bawa pacar?” tanya mamih, sesaat setelah gue menyelesaikan ziarah Eropa gue 3 minggu. “Kagak,” gue menjawab datar “Ah elu mah di sono kagak mau nyari, ntar di sini dapetnya yang beda agama lagi,” mamih berkomentar kuciwa. “ Yee Mak, Eropa sekarang udah nggak kayak dulu lagi! Udah ada pergeseran tren mayoritas!” gue berargumen. read more

4-airterjun

Tuhan yang suka menghukum

Sungguhlah orang sombong akan direndahkan. Prestasi di bidang gosip yang amat gue bangga-banggakan ternyata kalah dengan hanya seorang hansip. Zaenudin, atau Udin-lah yang dapat mengetahui dan punya pengaruh untuk menyebarkan siapa yang berselingkuh, berpacaran diam-diam, kawin siri, pulang pagi, atau beli kulkas baru di RT 010/ RW 002 yang termasyur.

read more

27th October 2009 | 10:55 am |

no

Respon

Menulis seperti Miyabi

“De, kamu tuh kalau nulis yang kaya Miyabi gitu!”

Emang Miyabi penulis?

“Nulis bokep maksudnya?”

Gue berkerut-kerut mendengar saran si mamih di pagi yang cerah. Beberapa hari lalu ia bertanya siapa Miyabi. Ketika dijelaskan bahwa Miyabi adalah bintang porno Jepang, si Mamih berkomentar heran, “Kok FPI bisa tau ya dia main film apa? Mami aja nggak tau…” ujarnya sambil lalu.

read more

18th October 2009 | 9:51 am |

no

Respon

Overheard in Singapore

Gue pernah tinggal selama 4 tahun di Singapur, dan setelah itu masih mengakrabi negeri tersebut beberapa bulan sekali. Tapi gue masih sering terkejut-kejut kaget mendengar percakapan dengan asumsi Uniquely Indonesian. Kaget-kagetan itu membuat gue tidak bisa merespon secara tepat saat itu. Sebagai penebusan rasa bersalah karena gagal menjadi duta bangsa yang menjelaskan lebih jauh tentang Negara junjungan kita semua ini, maka gue pun bermaksud menjelaskannya, disini saja…

read more

11th October 2009 | 4:52 am |

no

Respon