China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

12-bersama-wisnu

The Power of a Gary Iskak

Ya, sama seperti wanita Indonesia sejati, gue pun turut mengutuk saat mendengar kisah petualangan Gary Iskak. Ya, seperti calon ibu manapun, langsung mengetok-ngetok meja kayu tiga kali sambil bilang ‘amit-amit jabang bayi’. Ya, seperti para wanita feminis, ikut menyumpah agar Gary Iskak dijatuhi hukuman seberat-beratnya, kalau perlu pakai pancung alat kelamin agar tak lagi membuat keonaran.

read more

31st May 2010 | 11:31 am |

no

Respon

Tak mau kalah sama pelacur

Saat itu seminggu sebelum launching buku gue yang pertama. Kepercayaan diri gue yang biasanya kelewat tinggi sedang menurun drastis.Pada masa yang jarang terjadi itu, gue berharap mendapat suntikan rasa PD, dengan beralih pada seorang teman yang punya rasa PD berlebih, Oknum R.

“Duhh..gue mau launching buku nih.. Ngeriii…”

read more

9th May 2010 | 1:17 am |

no

Respon

Rasis dalam kasih

Prime time, acara Take Him Out Indonesia

Mamih: Yang Sunda pasti dimatiin!

Margie: Kenapa gitu? Ganteng kok!

Mamih: Soalnya dari awal yang cewe uda bilang, dia Kristiani. Tuuu…Tuuu..kan! Dimatiin kan!

Margie: Enggak kok, yee..malah dia yang dipilih!

Mamih: Mukanya memang cocok sih, mirip, kayak jodoh.

Margie: kok bisa jodoh? Katanya Sunda?

read more

3rd May 2010 | 11:59 am |

no

Respon