The New Majority

“Lu pulang kagak bawa pacar?” tanya mamih, sesaat setelah gue menyelesaikan ziarah Eropa gue 3 minggu. “Kagak,” gue menjawab datar “Ah elu mah di sono kagak mau nyari, ntar di sini dapetnya yang beda agama lagi,” mamih berkomentar kuciwa. “ Yee Mak, Eropa sekarang udah nggak kayak dulu lagi! Udah ada pergeseran tren mayoritas!” gue berargumen. read more

13ga-bisa-lebih-turis-dari-ini_0

Roma dan tuhan yang baru

Sebagai seorang Katolik (self-proclaimed) yang pernah menulis untuk majalah rohani (sungguhan), tentu Roma ada dalam salah satu daftar teratas rencana tempat yang wajib dikunjungi (kalau punya duit). Roma, kalau gue boleh menyebut, adalah simbol peradaban Katolik.

 

Caput Mundi, The Capital of the World, pusat penyebaran agama Katolik setelah usainya era salah satu peradaban termasyur dunia, Romawi. Berziarah ke Roma, seperti naik haji buat orang dengan pengetahuan agama terbatas macam gue.
read more

31st October 2010 | 1:45 pm |

9

Respon

Modal Ngimpi

Untuk semuanya 1999. Sebuah majalah Vogue menjadi racun bagi dunia gadis muda saat menampilkan feature tentang sepasang kembar pemilik sebuah usaha mode yang tinggal di  sebuah penthouse di jalan  Champs-Elysees, Paris.

Otak muda gue langsung terbakar cemburu melihat kemewahan yang digambarkan. Gue ingin mencoba tinggal di sebuah penthouse. Gue membayangkan mandi di kamar yang lebih besar dari kamar tidur gue itu. Halusnya handuknya, hangatnya airnya, indahnya pemandangan di luar jendela.

read more

19th October 2010 | 1:40 pm |

22

Respon