Waktunya Hamil, Girls!

“Keluhannya apa, Mbak?” tanya Pak Dokter simpatik pada Jeung Wi, seorang teman. “Mual-mual, sama kadang muntah Dok,” jawab Jeung Wi “Ohh.. kita tes kehamilan ya?” Pak Dokter menawarakan. “Nggak usah Dok, saya nggak hamil kok,” jawab Jeung Wi yakin. “Ahh, nggak apa-apa, sudah umurnya kok,” Pak Dokter meyakinkan. “Ya tapi saya nggak mungkin hamil, Dok!...
read more

8-piramid-louvre

Singapour Van Europe

“Jadi dari kota-kota yang loe kunjungin kemarin, mana yang loe paling suka?” demikian biasanya pertanyaan lanjutan setelah cerita dua lembar A4 bolak balik tentang ziarah Eropa gue,

“Paris dong!” Gue menjawab antusias, as if gue bisa segera kembali dan menetap di kota pilihan.

“Lho bukannya Paris jorok ya? Loe bukannya lama di Monte Carlo? Cantik banget kan tempatnya? Tinggal di hotel mewah pula!”

“Tapi Paris tuh a real city! Monaco tuh cuma tempat turis, nggak real!”

Lawan bicara menatap gue aneh mendengar alibi yang tidak masuk akal itu.

read more

21st November 2010 | 4:58 am |

11

Respon

Mengantri di Paris

Jika ada yang bertanya, apa pengalaman paling unik selama gue di Paris, gue akan menjawab: Mengantri.
Beli karcis masuk Chateaux Versailles, antri menguler-uler.
Masuk tamannya, ngantri lagi.
Masuk Le Petit Trianon, tempat tinggal Maria Antoinette, antri.
Ke tempat kaisarnya, antri juga.
Naik kapal di sungai Seine, antri.
Naik menara Eiffel, antri.
Naik ke menara Notre Dame de Paris, antri.
Naik funiculaire ke Montmarne, antri berdesak-desakan.
Masuk Louis Vuitton, antri.
Menunggu dilayani dalam toko Louis Vuitton, antri.
Mencari stok tas yang belum tentu ada, antri.
Bayarnya, antri.
Minta kembalian pajak, antri
Dan kalau gue bilang antri, bukan antrian tidak berbahaya yang berakhir sebelum terasa, tapi antrian berjam-jam yang traumatis dan bisa membuat putus asa.

read more

13th November 2010 | 1:41 am |

13

Respon