China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

dsc0463

The Brown Bag Gift

Peringatan: Posting di bawah ini mengandung unsur pamer, norak, kampungan yang mungkin memuakkan. Tapi maklumlah! Gue baru  ulang tahun!

 

Tiga hari setelah masuk kuliah di NTU, rekan berbagi kamar di asrama, Jeng Ti melaporkan pengamatannya terhadap pria kampus, “Margie, you want a Louis Vuitton for your birthday, don’t you? Deketin si Abang XYZ! Dia kayaknya tipe cowo yang suatu hari bakal bisa beliin loe LV.”

 

Ya, kami, peraih pendidikan dengan subsidi pemerintah 70%, penerima Singapore Permanent Residency invitation di hari kelulusan, dan penjunjung emansipasi wanita, pun besar dengan dongeng Cinderella. Memimpikan menikah dengan  ban pinggang emas ala Dian Sastro, atau berbulan madu dengan jet pribadi macamnya Nia Ramadhani.

read more

19th December 2010 | 1:36 am |

21

Respon