Resolusi-oner

Sudah menikah, sudah punya perusahaan sendiri, sudah pernah keliling Eropa. Hmm.. Ok, semua resolusi sudah tercapai. Demikian si kakak bergumam, sambil meniup lilin ultahnya yang ke-30. Ia lalu melirik pada si bungsu yang senyum sumringah tepuk tangan sambil nyanyi TIIIUPP LILINNYAA…, ‘kamu punya resolusi apa?’   Nyanyian konyol si bungsu seketika mengecil. Saat itu ia baru...
read more

mydinner

Pura-pura toleran

“Mbak, Markus Horison itu Islam apa Kristen, sih?” supir taksi memecah lamunan gue yang sudah berlayar ke pulau impian, saat memasuki gerbang Ancol untuk pergi tahun baruan di Pulau Kaliage.

“Hah? Kayaknya Islam, deh, Pak, kan suaminya Kiki Amalia, Kiki-nya Islam,” gue menjawab asal.

“Iya, saya juga pikir begitu, tapi kemarin anak saya yang umur tujuh tahun nanyain, papa, kok namanya kayak yang di alkitab, saya jadi bingung, saya jawab aja, ini Markus-nya lain, bukan yang di alkitab, tapi yang di Al-Quran.”

“Emang di Al-Quran ada Markus?”

read more

13th February 2011 | 3:21 am |

30

Respon

The Battle of the Call Center

Seorang teman duduk di pojok dekat tangga darurat sambil menggenggam handphone. Ia nampak berbicara serius. Tiba-tiba suaranya meninggi, INI KAN JUGA BUKAN SALAHKU! Wajahnya merah padam. Sang teman masih terus dengan tegang mendengarkan lawan bicara. Setelah beberapa saat, ia mulai menangis.

 

Usai menelepon gue menghampiri penuh hasrat bergosip, “telepon siapa sih?”
“Customer Service.”

“Ohhh..pantes…” gue mengangguk-angguk penuh simpati.Bicara dengan customer servicememang bisa menguras emosi semacam bicara dengan pacar yang selingkuh.

read more

5th February 2011 | 3:17 am |

25

Respon