China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

bebekgayabaru

When Motherhood (hasn’t) Called

Raumanen tersenyum haru melihat bayi perempuannya.  Matanya berbinar-binar cerdas. Dibalut baju serba pink, bayi itu mulai mengucap-ucap, ma..ma..ma…ma… Raumanen dengan bangga memamerkan putri kecilnya pada semua orang. “Say something,” ujarnya, agar si anak mulai mengeluarkan gumaman-gumaman ala bayi.

 

Sekelilingnya tersenyum melihat bayi cantik itu. Entah berapa lama waktu berlalu. Tiba-tiba Raumanen panik, Tangannya pegal dan mulai bosan. Bayi yang terlihat rapuh itu menggeliat-geliat, sejuta hal bisa terjadi padanya, dan ia terperangkap dengannya! MAMIIIII MANAAAA…. Ia tiba-tiba menangis seperti bayinya.

read more

19th March 2011 | 12:12 pm |

16

Respon