When Motherhood (hasn’t) Called

Raumanen tersenyum haru melihat bayi perempuannya.  Matanya berbinar-binar cerdas. Dibalut baju serba pink, bayi itu mulai mengucap-ucap, ma..ma..ma…ma… Raumanen dengan bangga memamerkan putri kecilnya pada semua orang. “Say something,” ujarnya, agar si anak mulai mengeluarkan gumaman-gumaman ala bayi.

 

Sekelilingnya tersenyum melihat bayi cantik itu. Entah berapa lama waktu berlalu. Tiba-tiba Raumanen panik, Tangannya pegal dan mulai bosan. Bayi yang terlihat rapuh itu menggeliat-geliat, sejuta hal bisa terjadi padanya, dan ia terperangkap dengannya! MAMIIIII MANAAAA…. Ia tiba-tiba menangis seperti bayinya.