Kilas Mudik 2012: Hong Kong

“Kenapa cowok Singapur jelek-jelek?”

Pertanyaan itu muncul di tengah tumpukan studi kasus hukum media di beberapa negara, makalah kuliah jurnalisme online dan setumpuk buku teks organizational behaviours. Gue, yang saat itu sedang mengerjakan tugas kelompok bersama kedua rekan lainnya, merasa telah bekerja keras dan butuh reward dalam setidaknya pemandangan indah. Sesuatu yang jelas tidak gue dapatkan dalam lingkup perpustakan kampus, di Singapura.

National Battle of Beach Resort

Cubadak atau Sikuai?

 

Seperti kebanyakan warga Indonesia lainnya, gue hanya tahu satu pulau cantik di pesisir Sumatera Barat yang belum sampai Mentawai. Sikuai. Private island milik sebuah resor dengan pasir putih dan payung cantik berderet di sepanjang bibir pantai.

Asli Apa Palsu?

Tengah berdesak-desakan hampir overload bersama segenap keluarga dalam sebuah lift, terdengar suara dari belakang gue. Seorang perempuan muda berbisik pada lelaki yang nampaknya adalah pacarnya.

 

Ayang…ayang…beliin tas yang kayak gitu dong, tapi yang real one, bukan yang fake kayak gitu…Ujarnya sambil menunjuk tas Gucci kakak yang baru beberapa bulan lalu dibeli di butik pusatnya di Italia.

Insecure Carrie

A book makes you think

Even the one as shallow as Sex and the City

Demikian gue rasanya mau ngomong. Saat itu gue sedang berada dalam penerbangan Jakarta-Surabaya untuk sebuah workshop. Berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk internetan, tidak punya Kindle, gue terpaksa kembali menggunakan metode hiburan sederhana, membaca buku. Hardcopy. Klasik.

FRESH GRADUATE BOSS

FRESH GRADUATE BOSS, published by penerbit buku kompas, a subsidiary of PT kompas gramedia, released April 2012. Fresh Graduate Boss is part of Margarita’s chat series, which contains an honest sharing of a working life, written by a youngster happened to be in managerial position

Wanita Karier

“Ga usah kawin, dhe Gy!  Nggak bisa ngapa-ngapain, kerja aja susah!”

Gue menatap aneh mencoba mencerna saran yang baru gue terima, lalu, menganggap saran tersebut datang dari seseorang yang berlatar belakang cukup kredibel, memutuskan untuk menjalankan nasihat tersebut bulat-bulat.

Indonesia Vs Indonesia

Kalau Noordin M Top masih hidup, mungkin resor ini sudah jadi salah satu target aksi terorismenya. Meski gue saat itu gue sedang menginap di dalamnya, gue tidak sanggup menghilangkan pemikiran ekstrim ala negara korban terorisme.

Betapa tidak. Saat itu gue sedang menginap di sebuah resor eksklusif di salah satu ujung Sulawesi. Tipikal resor yang punya kolam renang pribadi dan sunbed persis di depan kamar. Meski arealnya luas, hanya ada tujuh kamar di sana, salah satunya, yang gue tempati, punya perahu cadik yang disulap jadi ranjang. Ketika membuka kamar, hamparan laut biru jernih langsung menyambut. Ada private access langsung ke spot snorkeling yang konon adalah salah satu yang terbaik di Tanjung Bira.

Prime Time

“Nggak dapet minuman gratis lagi, Gy?” demikian seorang kenalan lama bertanya dalam sebuah acara dugem bersama saat gue mengajukan diri membeli minuman sendiri.

“Nggak, auranya udah abis dipake di masa lalu, musti totok lagi dulu,” gue menjawab cengegesan.

Dan dengan pertanyaan tersebut, seperti pada perempuan paruh baya, acara dugem serta kepulangannya menjadi awal sebuah permenungan.

Karyawisata

“Tante A minggu ini ke Singapur, ke Universal Studio.”

“Ihh…ngapain? Emang tante A masih bisa main jetcoster?”

“Nemenin cucunya, ada karyawisata.”

“Karyawisata ke Universal Studio?”

“Iya, cucunya kan sekolah di sekolah internasional, jadi karyawisatanya ke Singapur.”

“Haa…Jauh amat! Kalau nggak mampu gimana?”

“Ya pasti mampu, lah! Sekolah internasional, mahal! Muridnya mampu semua!”