China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

fish

Prime Time

“Nggak dapet minuman gratis lagi, Gy?” demikian seorang kenalan lama bertanya dalam sebuah acara dugem bersama saat gue mengajukan diri membeli minuman sendiri.

“Nggak, auranya udah abis dipake di masa lalu, musti totok lagi dulu,” gue menjawab cengegesan.

Dan dengan pertanyaan tersebut, seperti pada perempuan paruh baya, acara dugem serta kepulangannya menjadi awal sebuah permenungan.

read more

26th March 2012 | 3:24 am |

4

Respon

Karyawisata

“Tante A minggu ini ke Singapur, ke Universal Studio.”

“Ihh…ngapain? Emang tante A masih bisa main jetcoster?”

“Nemenin cucunya, ada karyawisata.”

“Karyawisata ke Universal Studio?”

“Iya, cucunya kan sekolah di sekolah internasional, jadi karyawisatanya ke Singapur.”

“Haa…Jauh amat! Kalau nggak mampu gimana?”

“Ya pasti mampu, lah! Sekolah internasional, mahal! Muridnya mampu semua!”

read more

7th March 2012 | 8:27 am |

3

Respon