China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

11-naa-begini-penampakan-louvre-siang-siang

Kilas Mudik 2012: Hong Kong

“Kenapa cowok Singapur jelek-jelek?”

Pertanyaan itu muncul di tengah tumpukan studi kasus hukum media di beberapa negara, makalah kuliah jurnalisme online dan setumpuk buku teks organizational behaviours. Gue, yang saat itu sedang mengerjakan tugas kelompok bersama kedua rekan lainnya, merasa telah bekerja keras dan butuh reward dalam setidaknya pemandangan indah. Sesuatu yang jelas tidak gue dapatkan dalam lingkup perpustakan kampus, di Singapura.
read more

5th September 2012 | 6:12 am |

one

Respon