China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

dsc0699

Happy New Year Singapura!

“Kayaknya ini bakal jadi tahun baru pertama di Singapura yang ujan,” seorang teman berkomentar.
“Nggak mungkin!” Gue menjawab mantab.
“Gimana nggak mungkin, ini model ujan yang nggak bakal berenti gitu, lho.”
“Kalian kok pada nggak percaya sama pemerintah Singapur sih? Gue yakin, ujan bakal berenti sebelum perayaan tahun baru dimulai!”
“Masa sih pemerintah Singapur bisa ngatur ujan? Ini alam gitu loh!”
“Yee.. Loe kayak baru tinggal di Singapur taon kemaren, mana pernah Singapur itu tidak terkendali! Bencana alam aja jarang!”
read more

10th February 2013 | 1:03 pm |

no

Respon

And, After All…

Ox Residence adalah sebuah guest house di bilangan Slipi yang menyediakan sewa kamar harian dengan harga kurang dari tiga ratus ribu rupiah per malam, sudah termasuk kopi dan teh. Dari luar, bangunan ini mudah dikenali lewat tembok bercat putih benderang dengan penerangan jauh merasuk ke jalanan di depannya. Di dalamnya, Ox Residence mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan tak sempat direnov karena selalu fully-booked.

 

Kotak sabun cair dalam kamar mandinya yang kecil nampak sudah lama tidak terisi, ditandai dengan mulai tumbuhnya lumut hitam di sudut-sudutnya. Handuk dan seprainya agak lembab. Pintu kamar perlu ditekan dengan jumlah energi tertentu agar bisa terkunci. Suara dari kamar tetangga terdengar jelas, bisa nguping.
read more

2nd February 2013 | 5:11 pm |

2

Respon