China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

2-pusat-kota-freising_2

Lesson from the Most Expensive Country

Ini kok tiap kali makan selalu sejuta, sih? Begitu si mamih protes, ketika melihat tagihan makan kali ini.

 

Sebenarnya ketika pertama kali berencana pergi berlibur ke Swiss, kami sudah mempersiapkan mental. Swiss konon merupakan salah satu negara termahal di Eropa. Sedangkan Zermatt dan St Moritz, adalah dua resor ski yang dianggap eksklusif di sana.

 

Ati-ati loe, di sana pokoknya ga ada yang harganya di bawah sejuta, demikian Oknum R memperingatkan saat itu. Dengan peringatan macam itu, tentu kami sekeluarga lebih berhati-hati membelanjakan uang.

 

Makan siang pertama kami sederhana, tidak dengan appetizer lalu dessert macamnya keluarga koruptor lagi jalan-jalan. Hanya rosti dengan susis menghabiskan uang senilai sejutaan. Ok, ini mahal, kami bersepakat, dan bertekad untuk tidak makan malam.

read more

9th November 2013 | 10:41 am |

no

Respon