Kisah Negara Minder dari Semarang

Di Semarang ada apaan sih? Gue seringkali dihadapkan pada pertanyaan ini, setiap kali gue bepergian ke ibukota Jawa Tengah itu. Bayangan udara lembab semenanjung berpadu dengan terik matahari menyapu gedung-gedung kuno yang mulai digeregoti tanaman liar, membuat setiap penanya, baik yang sudah pernah pergi maupun yang tidak, mengerenyit pesimis.   Petualangan, gue menjawab...
read more

16-where-grace-kelly-married

Stalking Indonesia is Heeereee….

Seorang bekas rekan kerja pernah mencerca gue sebagai seorang stalker. Ah, tentu meskipun benar, gue merasa sedih bukan kepalang. Bagaimana tidak, stalker itu kan hina banget ya… Itu adalah julukan bagi mereka yang suka memusingkan hal-hal yang nggak penting, membuntuti sesuatu dengan penuh obsesif yang mengindikasikan kurangn

ya pekerjaan orang tersebut.

 

Kesedihan itu membuat gue mengurung diri di kamar dan merasa kian rendah hati. Guna membesarkan hati, gue berusaha menggunakan celaan ini sebagai kritik yang membangun. Gue merenung dan introspeksi diri guna melihat bagian mana yang membuat gue dicap stalker.

 

Dan gue menemukan… gue memang stalker..

read more

31st January 2014 | 6:08 pm |

2

Respon

The Rise of China

“Asyikkk… kalau kayak begini kan kita bisa belanja,” demikian gue berkomentar, dengan mata berbinar-binar, melahap barang-barang di salah satu toko oleh-oleh di Venezia.

 

Sebagai bagian dari rangkaian tur ke Eropa kemarin, gue mengunjungi Italia yang resesi, persis setelah menyambangi Swiss yang super mahal. Tentu rasanya seperti orang miskin yang mendadak kaya, bukan karena mendapat uang tapi karena tiba-tiba uang yang dimiliki jadi sedikit lebih berarti.

 

“Iya, kayak gini dong, kita kan jadi bisa beli oleh-oleh,” si mamih menimpali, setelah memunguti topeng khas opera Venesia dengan harga sekitar Rp. 15,000,- saja.

read more

31st January 2014 | 5:46 pm |

no

Respon