China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

11-pusat-kota-munich_0

Banjir Manado Vs Banjir Jakarta

“Ngana tahu, kita ni satu-satunya kota di Indonesia, kena banjir bandang tapi nggak buka dompet bencana alam,” begitu si tante dengan bangga, sesaat ketika gue mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Sebagai seseorang yang dalam satu situs tes kepribadian dinilai empatinya sudah mati, hal pertama yang gue sadari ketika berita banjir bandang di Manado disiarkan adalah langsung munculnya berbagai iklan penerbangan banting harga perjalanan ke Manado.

Google Ads terus menerus bersinar-sinar mempromosikan dengan gencar rute yang di hari-hari normal TIDAK AKAN PERNAH didiskon. Membuat tangan impulsive gue bergerak dan menyatakan ‘Ya! Gue pergi ke Manado!’ saat itu juga.

read more

10th February 2014 | 3:39 pm |

no

Respon