The New Majority

“Lu pulang kagak bawa pacar?” tanya mamih, sesaat setelah gue menyelesaikan ziarah Eropa gue 3 minggu. “Kagak,” gue menjawab datar “Ah elu mah di sono kagak mau nyari, ntar di sini dapetnya yang beda agama lagi,” mamih berkomentar kuciwa. “ Yee Mak, Eropa sekarang udah nggak kayak dulu lagi! Udah ada pergeseran tren mayoritas!” gue berargumen. read more

35-daun-kotak-kotak

Can a Woman Stand a One-Night-Stand?

“It was just for fun.” Demikian cetus Ibu Peri, suatu hari tanpa hujan dan mendung, bertekad menghabiskan satu akhir pekan yang random bersama pria yang baru dikenalnya. Yeah, right, demikian kami menanggapi hari itu.

Sebenarnya, bukan kopdar yang ‘fishy’ itu yang membuat kami nyinyir. After all, ini kota Jakarta, kota metropolis yang termakan westernisasi. Gue sering mendengar ‘Liburan bareng’ lawan jenis sebagai cerita akhir pekan yang wajar. Dari yang gue lihat, 3 dari 5 pasangan yang gue kenal kini tinggal bareng.

Jamak, dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Toh, perempuan punya kebutuhan yang sama dengan laki-laki. Dan nggak ada yang kaget kalau ada lelaki yang langganan Alexis. Apa bedanya kalau sekarang perempuanlah yang perlu melampiaskan kebutuhan biologis?
read more

18th March 2014 | 6:42 pm |

10

Respon