Kisah Negara Minder dari Semarang

Di Semarang ada apaan sih? Gue seringkali dihadapkan pada pertanyaan ini, setiap kali gue bepergian ke ibukota Jawa Tengah itu. Bayangan udara lembab semenanjung berpadu dengan terik matahari menyapu gedung-gedung kuno yang mulai digeregoti tanaman liar, membuat setiap penanya, baik yang sudah pernah pergi maupun yang tidak, mengerenyit pesimis.   Petualangan, gue menjawab...
read more

7-margie-gadang

Can a Woman Stand a One-Night-Stand?

“It was just for fun.” Demikian cetus Ibu Peri, suatu hari tanpa hujan dan mendung, bertekad menghabiskan satu akhir pekan yang random bersama pria yang baru dikenalnya. Yeah, right, demikian kami menanggapi hari itu.

Sebenarnya, bukan kopdar yang ‘fishy’ itu yang membuat kami nyinyir. After all, ini kota Jakarta, kota metropolis yang termakan westernisasi. Gue sering mendengar ‘Liburan bareng’ lawan jenis sebagai cerita akhir pekan yang wajar. Dari yang gue lihat, 3 dari 5 pasangan yang gue kenal kini tinggal bareng.

Jamak, dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Toh, perempuan punya kebutuhan yang sama dengan laki-laki. Dan nggak ada yang kaget kalau ada lelaki yang langganan Alexis. Apa bedanya kalau sekarang perempuanlah yang perlu melampiaskan kebutuhan biologis?
read more

18th March 2014 | 6:42 pm |

10

Respon