Kisah Negara Minder dari Semarang

Di Semarang ada apaan sih? Gue seringkali dihadapkan pada pertanyaan ini, setiap kali gue bepergian ke ibukota Jawa Tengah itu. Bayangan udara lembab semenanjung berpadu dengan terik matahari menyapu gedung-gedung kuno yang mulai digeregoti tanaman liar, membuat setiap penanya, baik yang sudah pernah pergi maupun yang tidak, mengerenyit pesimis.   Petualangan, gue menjawab...
read more

hasil-memancing

The Real Economic Power is…

“Mau ngapain loe ke sana? Makan orang?”

Demikian reaksi teman-teman sekitar ketika mendengar destinasi terbaru gue: Sintang, Kalimantan Barat. Teman-teman gue, anak-anak kota Jakarta yang jarang ke luar kota apalagi ke luar negeri itu memang hanya mengandalkan stereotip dalam berwacana.

“Yee… loe jangan pada nyela! Loe uda pernah liat duit 1 Triliun belom!” Gue membalas.
“Ya kagak, lah broo…1 M aja belom”
“Asal loe tau ye, koperasi simpan pinjam yang mau gue datengin itu asetnya 1 T!”
“Wuee.. busedd bro… prusahaan kita aja asetnya blom sampe segitu!”
“Iye, udah deh gaya-gayaannya! Kita menang keren doang kerja di kota, duitnya kagak ada!” demikian gue memungkas, sambil kemudian kami mulai memikirkan hakikat kami kerja keren-kerenan itu.
read more

28th April 2014 | 3:44 pm |

16

Respon

Jangan Marah kalau Dibudakin Asing!

“Aku pikir Balikpapan tuh kebanyakan kayak gini,” komentar Idako, ketika melewati sebuah kampung terapung di muara Sungai Hitam, sesaat setelah melewati rimbunan hutan hujan tropis di tepi sungai dengan populasi buaya yang cukup padat.

 

Gue merespon dengan tatapan prihatin, dasar anak kota!

 

“Loh gimana, ini kan pertama kali ke Balikpapan!” Idako membela diri. Gue mencibir sekali lagi, makanya banyak jalan-jalan. dong!” Lalu menatap ke depan semacam petualang sejati. Padahal, sebenarnya gue punya pemikiran yang sama, ketika pertama kali ke Balikpapan.

 

Don’t blame us. Pengenalan kami akan Balikpapan hanya lewat teman-teman kami, anak Pertamina. Maksudnya, anak-anak yang orang tuanya kerja di sektor minyak. Sebagian besar dari mereka harus menghabiskan masa kecil hingga remaja di kota minyak Balikpapan, atau kota satelitnya, Bontang.
read more

3rd April 2014 | 3:26 pm |

one

Respon