China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

5-dsc-8415

[ADVERTORIAL] Pil Move On, Produknya Amanah, Bisnisnya Berkah!

“Obat?” Tanya Paranormal, ketika gue mengeluarkan satu paket obat di meja. Gue sedang berada dalam satu mediasi gaib yang diadakan dalam bulan santet nasional kemarin, ketika tiba-tiba gue teringat belum minum jamu yang diberikan seorang Pastor.
“Jamu,” gue menjawab pendek.
“Biar lupa,” komentarnya.
“Hah? Apa? Ini jamu anti santet kok,” Gue membalas, mengulangi kata Pastor.
“Iya. Lupa sama masa lalu. Fokus sama masa depan. Nggak ganggu yang kemarin. Iklhas. Jadi nggak bakal disantet lagi,” jawabnya.
“Hah? Gimana?!”
read more

12th July 2014 | 4:18 am |

3

Respon