Waktunya Hamil, Girls!

“Keluhannya apa, Mbak?” tanya Pak Dokter simpatik pada Jeung Wi, seorang teman. “Mual-mual, sama kadang muntah Dok,” jawab Jeung Wi “Ohh.. kita tes kehamilan ya?” Pak Dokter menawarakan. “Nggak usah Dok, saya nggak hamil kok,” jawab Jeung Wi yakin. “Ahh, nggak apa-apa, sudah umurnya kok,” Pak Dokter meyakinkan. “Ya tapi saya nggak mungkin hamil, Dok!...
read more

3-that-famous-road

Padang-Venture

I was cursed.

 

Dalam sebuah dialog antar umat beragama, gue bertemu dengan seorang pemuda Minang beragama Islam. Dalam kesempatan itu, gue mengemukakan keyakinan bahwa orang dengan agama dan suku yang berbeda dapat hidup berdampingan.

 

Keyakinan gue kemudian diuji ketika pemuda tersebut menawarkan untuk menjalankan hubungan pacaran. Ia berhasil membalikkan semua kata-kata gue. Karena gue tidak menemukan alasan untuk menolak, maka ya sudah gue terima saja.

 

Sepanjang yang gue ingat, pemuda ini tampan, tinggi, anak orang kaya, pintar dan anak basket. Lagipula gue tidak mungkin menelan kata-kata gue sendiri bahwa pluralisme akan memperindah hidup blah-blah.

read more

8th December 2014 | 8:50 am |

2

Respon