China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

40-le-grand-trianon

Padang-Venture

I was cursed.

 

Dalam sebuah dialog antar umat beragama, gue bertemu dengan seorang pemuda Minang beragama Islam. Dalam kesempatan itu, gue mengemukakan keyakinan bahwa orang dengan agama dan suku yang berbeda dapat hidup berdampingan.

 

Keyakinan gue kemudian diuji ketika pemuda tersebut menawarkan untuk menjalankan hubungan pacaran. Ia berhasil membalikkan semua kata-kata gue. Karena gue tidak menemukan alasan untuk menolak, maka ya sudah gue terima saja.

 

Sepanjang yang gue ingat, pemuda ini tampan, tinggi, anak orang kaya, pintar dan anak basket. Lagipula gue tidak mungkin menelan kata-kata gue sendiri bahwa pluralisme akan memperindah hidup blah-blah.

read more

8th December 2014 | 8:50 am |

2

Respon