Kisah Negara Minder dari Semarang

Di Semarang ada apaan sih? Gue seringkali dihadapkan pada pertanyaan ini, setiap kali gue bepergian ke ibukota Jawa Tengah itu. Bayangan udara lembab semenanjung berpadu dengan terik matahari menyapu gedung-gedung kuno yang mulai digeregoti tanaman liar, membuat setiap penanya, baik yang sudah pernah pergi maupun yang tidak, mengerenyit pesimis.   Petualangan, gue menjawab...
read more

sticky-rice-seller

Padang-Venture

I was cursed.

 

Dalam sebuah dialog antar umat beragama, gue bertemu dengan seorang pemuda Minang beragama Islam. Dalam kesempatan itu, gue mengemukakan keyakinan bahwa orang dengan agama dan suku yang berbeda dapat hidup berdampingan.

 

Keyakinan gue kemudian diuji ketika pemuda tersebut menawarkan untuk menjalankan hubungan pacaran. Ia berhasil membalikkan semua kata-kata gue. Karena gue tidak menemukan alasan untuk menolak, maka ya sudah gue terima saja.

 

Sepanjang yang gue ingat, pemuda ini tampan, tinggi, anak orang kaya, pintar dan anak basket. Lagipula gue tidak mungkin menelan kata-kata gue sendiri bahwa pluralisme akan memperindah hidup blah-blah.

read more

8th December 2014 | 8:50 am |

2

Respon