China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

17-gendang-reog

Impulsif!

“Kenapa beli mobil sih, Mar?” seorang teman bertanya heran ketika melihat pembelian impulsif gue.

“Mau jawaban yang pendek apa panjang?”

“Pendek aja.”
“Ya udah, gue suka mobilnya,” jawab gue pendek.

“Hah?”

 

Ini highlight akhir tahun gue. Maklum. Mobil itu gue beli di akhir tahun. THR juga belum turun. Di tengah bulan-bulan nanggung itu siapa yang kepikiran beli mobil baru. Apalagi gue juga bukan orang kaya yang bingung cara menghabiskan uang.

 

Tidak ada yang salah juga dengan UGE, si mobil lama. Biarpun umurnya sudah 5 tahun, kilometernya belum mencapai 50.000. UGE memang jarang dipakai ke luar kota. Lagipula, keperluan menyetir gue cuma sekadar apartemen-kantor yang sejarak satu halte busway saja.

 

Kalau ditanya alasan sebenarnya, adalah karena suatu hari gue datang ke sebuah acara. Ketika melihat acara tersebut, gue berpikir, daripada gue mengeluarkan uang untuk membuat acara yang sedemikian, mendingan duitnya buat beli mobil baru.

read more

12th January 2015 | 2:42 pm |

6

Respon