Kisah Negara Minder dari Semarang

Di Semarang ada apaan sih? Gue seringkali dihadapkan pada pertanyaan ini, setiap kali gue bepergian ke ibukota Jawa Tengah itu. Bayangan udara lembab semenanjung berpadu dengan terik matahari menyapu gedung-gedung kuno yang mulai digeregoti tanaman liar, membuat setiap penanya, baik yang sudah pernah pergi maupun yang tidak, mengerenyit pesimis.   Petualangan, gue menjawab...
read more

bra_0

Impulsif!

“Kenapa beli mobil sih, Mar?” seorang teman bertanya heran ketika melihat pembelian impulsif gue.

“Mau jawaban yang pendek apa panjang?”

“Pendek aja.”
“Ya udah, gue suka mobilnya,” jawab gue pendek.

“Hah?”

 

Ini highlight akhir tahun gue. Maklum. Mobil itu gue beli di akhir tahun. THR juga belum turun. Di tengah bulan-bulan nanggung itu siapa yang kepikiran beli mobil baru. Apalagi gue juga bukan orang kaya yang bingung cara menghabiskan uang.

 

Tidak ada yang salah juga dengan UGE, si mobil lama. Biarpun umurnya sudah 5 tahun, kilometernya belum mencapai 50.000. UGE memang jarang dipakai ke luar kota. Lagipula, keperluan menyetir gue cuma sekadar apartemen-kantor yang sejarak satu halte busway saja.

 

Kalau ditanya alasan sebenarnya, adalah karena suatu hari gue datang ke sebuah acara. Ketika melihat acara tersebut, gue berpikir, daripada gue mengeluarkan uang untuk membuat acara yang sedemikian, mendingan duitnya buat beli mobil baru.

read more

12th January 2015 | 2:42 pm |

6

Respon