China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

1

Geser Agama

Seorang kenalan pernah mendapat cap sebagai smooth talker. Cara bicaranya manis, seumur hidupnya tidak pernah ditolak lawan jenis. Salah satu rayuan andalannya di masa itu adalah, bahwa ia akan mengikuti keyakinan pacar/ gebetan yang diincar.

 

Pada pacarnya yang beragama Kristen dan Katolik, ia mengklaim selalu bersekolah di institusi yang bernafaskan agama tersebut. Oleh karena itu, sudah secara natural ia jadi punya pengetahuan lebih dalam, mungkin daripada agamanya sendiri. Karenanya, tidak akan menjadi beban untuk berpindah agama.

 

Pada pacarnya yang beragama Budha dan Kong Hu Cu, ia akan berkata bahwa ia selalu tertarik pada agama tersebut. Sangat lembut dan mengajarkan cinta kasih. Satu-satunya agama mungkin yang tidak pernah berperang di masa lalu dengan agama lain. Sungguh mendamaikan.

 

Sedangkan pada pacarnya yang beragama Islam, ia tentu akan mengklaim dilahirkan dalam agama tersebut, sudah pasti, dengan mendalami sedikit lebih jauh, ia dapat menjadi seorang Imam yang baik bagi keluarganya kelak.

 

Sudah pasti, semua perempuan yang didekatinya klepek-klepek dengan janji semacam ini. “Dia sampe mau pindah agama demi gue!” demikian mereka akan berkata dengan mata berbinar-binar. Yang biasanya akan gue jawab datar, “kayaknya pernah denger.” Tentunya, tanpa bisa memadamkan cinta temen-temen gue itu.

read more

18th March 2015 | 3:44 am |

3

Respon