China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

11-pusat-kota-munich

What I Miss When I Miss The Missing One

“Gy gue kangen…”
“Sama yang lama apa yang baru?”
“Nah itu dia, Gy, karena mirip, gue jadi nggak tahu kangennya sama apa ya?”

read more

20th August 2015 | 9:30 am |

no

Respon

Viet-Cong!

“Vietnam ngeliat apa aja ya?” pertanyaan standard terlontar pasca libur

“MOTOR Mbak! MOTOR BUANYAK BUANGET!” gue menjawab semangat.

“Hah? Masa sih? Kok nggak ada yang pernah nyebut soal motor? Loe tuh ke Vietnam bagian mana sih?”
“Yeee.. Orang lain tuh, ke Vietnam bagian mane!” gue nyolot.

read more

10th August 2015 | 10:53 am |

no

Respon