Sebuah Perasaan Irasional Bernama Nasionalisme

“Kalau dulu kita yang menyeberang ke Timor Leste untuk foto-foto, sekarang gantian, mereka yang menyeberang kemari, lebih bagus di sini sih!” ujar seorang warga Atambua sambil tersenyum bangga, memamerkan sederet gigi putih khas senyum di pulau itu.   Pos perbatasan Timor Leste- Indonesia di Atambua itu memang mentereng. Bangunan masih berbau cat macam sofa yang belum dibuka pastik ...
read more

12-gereja-besar-munich_0

I do or I do not

“Loe kenal sama pasangan yang nikah gara-gara cinta, nggak Gy?”

Pertanyaan menohok itu diajukan di tengah padatnya tempat duduk yang tersusun saling menempel dalam sebuah kafe yang buka 24 jam. Gumpalan asap rokok yang mengepul dari hampir semua pengunjung, menciptakan awan putih yang menyesakkan, seolah menambah berat pertanyaan yang baru diajukan.

 

Gue berpikir sesaat lalu mengangkat wajah gue dari botol bir yang sedang gue putar-putar itu. Seperti biasa, teman yang patah hati, gue yang mabok. Semacam penyaluran emosi dari satu individu dan dihempaskan lewat gue.

“Not much from my circle of friend,” gue menggumam menjawab, lalu kembali meluruskan tatapan pada meja penuh bercak yang tidak sempat dibersihkan setelah pengunjung sebelum kami.

read more

25th September 2015 | 3:45 am |

4

Respon