China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

d-mallyangngehits

Pelet (Bukan untuk Ikan)

 

Suatu kali ketika Bunda masih hidup, ia bertandang ke apartemen gue. Setelah berdoa bersama, Bunda bertanya ‘Nak, kamu pernah memikirkan lelaki yang seharusnya nggak kamu pikirkan ?’

Gue berpikir sejenak dan menjawab mantab, ‘gak tuh!’ Usut punya usut, Bunda mendeteksi seseorang yang berusaha mengirim pelet yang bukan buat ikan.

“Oh, emang kenapa sih Bun, mustinya ngomong aja dulu gitu!”
“Ya dia merasa kamu telah menolak dia,” jawab Bunda
“Ohh.. emang kenapa orangnya? Jelek banget?”
“Bukan gitu…”
“Ohh.. miskin?”
“BUKAN! Dia itu udah punya anak dan istri!!”

Dari segala jenis ilmu hitam yang pernah gue dengar, dari santet, sihir, celaka lintas, susuk dan teluh, gue paling takut sama pelet.
read more

1st April 2016 | 4:37 pm |

no

Respon