China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

17-st-germain-de-paris

Sapa Suruh Dateng Jakarta, Cina!

“Ini apa hubungannya sih demo penistaan agama sama ngejarah Indomaret di Pluit?”
“Ya emang kagak ada, yang satu alasannya rohani, yang satu sih duniawi! Itu mah bagian dari kontrak aje!”
“Hah? Kontrak apaan?”

 

Ketika aksi damai menuntut proses hukum Ahok berlanjut ricuh, seluruh jejaring media sosial, whatsapp, dan media dipenuhi teriakan protes bernada kebencian. Gue memilih pasif, jadi pengamat penerima semua pesan, baik pro maupun kontra.

 

Alasan pertama adalah karena semua opini gue sudah tertuang sempurna oleh tulisan lain. Alasan kedua, gue sedang mau menghayati ‘peran’ gue sebagai seorang keturunan Cina yang tinggal di Indonesia.

read more

5th November 2016 | 5:36 pm |

45

Respon