Resolusi-oner

Sudah menikah, sudah punya perusahaan sendiri, sudah pernah keliling Eropa. Hmm.. Ok, semua resolusi sudah tercapai. Demikian si kakak bergumam, sambil meniup lilin ultahnya yang ke-30. Ia lalu melirik pada si bungsu yang senyum sumringah tepuk tangan sambil nyanyi TIIIUPP LILINNYAA…, ‘kamu punya resolusi apa?’   Nyanyian konyol si bungsu seketika mengecil. Saat itu ia baru...
read more

9-tak-ada-laut-sungaipun-jadi_2

Gue Juga Pribumi

“Pak! Bagi stikernya dong, satu!” Gue memanggil dari balik kaca mobil yang gue turunkan separoh. Pria berkopiah berjaket majlis yang sedang membagikan stiker ‘pribumi’ warna ijo di bilangan Kelapa Gading, melirik, lalu menggelengkan kepalanya.

 

“Loh kenapa? Saya kan pribumi!” gue ngotot, sambil mengendarai mobil dengan kecepatan rendah membuntuti si Bapak. Ia kembali melirik, melihat wajah sipit hidung pesek kulit koneng, dengan rambut highlight loreng bak harimau Sumatera yang sudah hampir punah.  Ia menggumam-gumam, nggak..nggak..bu…

 

“Dasar pelit! Biarin, saya cetak sendiri stikernya!”  Gue memaki lalu meninggalkan si Bapak yang melongo heran. Mungkin kaget, mendapat cacian yang biasanya lebih sering dilemparkan pada orang-orang berwajah seperti gue daripada dirinya.

read more

2nd April 2017 | 10:06 am |

one

Respon