Kisah Negara Minder dari Semarang

Di Semarang ada apaan sih? Gue seringkali dihadapkan pada pertanyaan ini, setiap kali gue bepergian ke ibukota Jawa Tengah itu. Bayangan udara lembab semenanjung berpadu dengan terik matahari menyapu gedung-gedung kuno yang mulai digeregoti tanaman liar, membuat setiap penanya, baik yang sudah pernah pergi maupun yang tidak, mengerenyit pesimis.   Petualangan, gue menjawab...
read more

vegies

Kisah Negara Minder dari Semarang

Di Semarang ada apaan sih? Gue seringkali dihadapkan pada pertanyaan ini, setiap kali gue bepergian ke ibukota Jawa Tengah itu. Bayangan udara lembab semenanjung berpadu dengan terik matahari menyapu gedung-gedung kuno yang mulai digeregoti tanaman liar, membuat setiap penanya, baik yang sudah pernah pergi maupun yang tidak, mengerenyit pesimis.

 

Petualangan, gue menjawab dalam hati. Masa SD gue diwarnai oleh serial detektif jadul berlatar Semarang berjudul Noni. Lewat kisah karangan Bung Smas itu gue mengenal Gombel, Karang Anyar, Simpang Lima, di saat Noni, sang tokoh utama,  merambah sudut-sudut Semarang untuk memecahkan misteri kejahatan.

 

Tapi tentu saja sedikit orang yang setuju bahwa Semarang berarti petualangan. Habis yang tahu Noni aja kayaknya cuma gue dan anggota keluarga yang sempat tinggal di Semarang. Sekarang saja gue tidak pernah berhasil melengkapi serial itu, lantaran di setiap loakan pun tidak ada yang jual.

 

Hingga gue mengikuti Tur Jejak Inggris di Jawa bersama tim Penerbit Buku Kompas, dan gue bisa bilang, tuh kan! Semarang tuh seru! Lewat tur 3 malam itu kami dibawa menyadari sebuah fragmen sejarah yang seringkali luput diceritakan, sebuah kisah yang mungkin kalah pamor dengan kisah-kisah lain di negeri ini.

read more

27th October 2017 | 6:51 am |

one

Respon

Invisible Significance

Dalam agama saya, ada satu ayat injil yang menyatakan, ‘Jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu! Karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu daripada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua’

 

Seumur hidup, saya yakin ayat itu cuma kiasan. Yang bener aja, yang bikin dosa kan emang tangan lah, kaki lah, mata lah, idung lah, bisa buntung semua dong.

 

Namun ketika mendengar pengajian tuna netra di Masjid salah seorang teman, saya baru menyadari kebenaran ayat ini. Dengan penuh kekusyukan para tuna netra meraba Al-Quran versi huruf braille, sambil melafalkannya dengan lantang.

read more

16th October 2017 | 12:04 pm |

no

Respon