China Renaissance

Gue melenggang di trotoar selebar lima meter, sambil menikmati sate ampela ayam bumbu pedes sepanjang 30 cm seharga 10 ribu Rupiah. Di kiri dan kanan, berjejer gedung-gedung pencakar langit berisi hotel mewah, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Sepeda mengantri sabar di jalur khusus sepeda. Sedangkan Bentley, Jaguar bergaul dengan Wuling berhenti tertib di zebra cross ketika gue menyeber...
read more

16-piazza

Hai Orang Jawa, Belajarlah Pada Papua!

“Kira-kira mau dibawain apa dari Jakarta?”

“Apa yah? Apa sih yang ada di Jakarta yang nggak ada di Papua?” koordinator lapangan kami, menatap dengan bingung seperti tidak punya ide.

 

Saat itu kami sedang bersiap untuk tugas peliputan ke Sorong, Papua. Ini pertama kalinya gue menjejakkan kaki ke pulau kepala burung itu. Gue tidak terbayang, bahwa satu-satunya yang orang jawa sombong ini bisa bawa ke Papua cuma rasa miskin dan kegagalan. Atau mungkin ilmu.

Itupun pas-pasan.

read more

25th January 2018 | 3:51 pm |

3

Respon

Bukan dari China

“Dari mana Mbak?” tanya pria di samping dalam pesawat malam itu.

“Dari Jakarta Pak,” jawab gue mantab.

“Ah masa?”

“Iya bener, emang bapak pertanyaannya apa?’

“Dari mana..” ia mengulang pertanyaan.

“Dari Jakarta,” gue kembali menjawab bak burung beo bersautan.

read more

20th January 2018 | 3:43 pm |

2

Respon

Resolusi-oner

Sudah menikah, sudah punya perusahaan sendiri, sudah pernah keliling Eropa. Hmm.. Ok, semua resolusi sudah tercapai. Demikian si kakak bergumam, sambil meniup lilin ultahnya yang ke-30. Ia lalu melirik pada si bungsu yang senyum sumringah tepuk tangan sambil nyanyi TIIIUPP LILINNYAA…, ‘kamu punya resolusi apa?’

 

Nyanyian konyol si bungsu seketika mengecil. Saat itu ia baru saja memutuskan menunda kelulusan beberapa bulan supaya bisa menikmati waktu menganggur. Resolusi, adalah sebuah hal yang jauh dari pikiran.

 

Mau S2, masih cape kelar kuliah. Mau nikah, gak kepingin-pingin amat. Yang ia inginkan hanya jalan-jalan gratis tanpa perlu kerja seumur hidup, tanpa terdengar, tidak ambisius.

 

“Russia before 30!” Gue kemudian keluar dengan satu resolusi . Kenapa Rusia? Yaa, kesannya jauh aja, pasti mahal dong, artinya gue udah jadi horangkayah pada umur itu.

read more

1st January 2018 | 8:43 am |

no

Respon