Matchmaking Contest

“Gy, kasi ide dong! Ini gue lagi ketemuan ama cowo yang dijodohin, garing banget! Mana gue cuma makan bakmi bayar sendiri terus mau nonton masih lama die maunya nunggu di tukang bakmi aje!”   “Dih, loe apaan sih, uda pegi aja lah, bilang loe lupa mau ke gereja!” “Yee mana bisa! Jelas-jelas tadi dia jemput gue di Gereja!” “Ya udah bilang kek, rumah loe korslet, tadi lup...
read more

8-frame-foto-jardin-exotique

Waktunya Hamil, Girls!

“Keluhannya apa, Mbak?” tanya Pak Dokter simpatik pada Jeung Wi, seorang teman.

“Mual-mual, sama kadang muntah Dok,” jawab Jeung Wi

“Ohh.. kita tes kehamilan ya?” Pak Dokter menawarakan.

“Nggak usah Dok, saya nggak hamil kok,” jawab Jeung Wi yakin.

“Ahh, nggak apa-apa, sudah umurnya kok,” Pak Dokter meyakinkan.

“Ya tapi saya nggak mungkin hamil, Dok!” Jeung Wi ngotot.

“Ahh, nggak apa-apa, nanti kalau hamil saya bantu deh ngomong ke orang tua!”

“Dok, saya tuh terakhir ML 3 bulan yang lalu!” Jeung Wi makin kesal.

“Ahh, nggak apa-apa, kalau ternyata hasilnya negatif saya yang bayar deh tesnya..”
Tidak tahu mau berkata apa lagi, Jeung Wi menyerah pada tes kehamilan. Dan karena Jeung Wi bukan sebangsa hemaprodit, hasilnya negatif.

 

Ketika menceritakan pengalamannya, kami semua tertawa terbahak-bahak.

“Gue rasa ini gegara film-film Indonesia deh, kalau ada apa-apa, pastiii buntutnya hamil! It’s like you can’t miss a single intercourse without being pregnant,”  komentar seorang teman, mengacu pada referensi budaya. Hal ini menyebabkan dokter-dokter Indonesia selalu menawarkan tes kehamilan pada pasien perempuannya yang sakit mual-mual.

read more

1st August 2018 | 1:52 pm |

2

Respon