Sebuah Perasaan Irasional Bernama Nasionalisme

“Kalau dulu kita yang menyeberang ke Timor Leste untuk foto-foto, sekarang gantian, mereka yang menyeberang kemari, lebih bagus di sini sih!” ujar seorang warga Atambua sambil tersenyum bangga, memamerkan sederet gigi putih khas senyum di pulau itu.

 

Pos perbatasan Timor Leste- Indonesia di Atambua itu memang mentereng. Bangunan masih berbau cat macam sofa yang belum dibuka pastik pembungkusnya. Satu kompleks menyerupai Jogja City Mall.

 

Jadi kontras dengan pos milik Timor Leste yang meski bangunannya layak, tapi bergaya tradisional sehingga lebih sederhana. Padahal, empat tahun lalu kebalikannya. Pos Indonesia lebih mirip tenda warung soto Lamongan pinggir jalan.