About Me

Kenapa Margarita?

Jawabannya sedangkal: Itu nama panggung. Ketika dugem semasa di Singapur, tiap kali nyebut ‘Margareta’ selalu dikira ‘Margarita. Atau mungkin karena blog ini banyak berawal dari obrolan ngalor ngidur perempuan pengangguran miskin lapar tapi pingin gaul di Tequilla Bar dimana selepas midnight, dengan S$5 bisa mendapatkan Margarita plus semangkuk tortilla. Lalu Margarita menjadi identitas karena sifatnya yang ceria, ‘kenceng’ dan bisa dicampur dengan buah apa saja. Tapi hati-hati, jika tidak tahan dan mulai muak mengkonsumsi, jangan muntah disini ya…

28th November 2012 | 6:09 am |

no

Respon