CLBK (Cinta Lama Bubar Kembali)

You are enjoying yourself. Ini malam dugem dengan gebetan baru. Setelah begitu lama menanti, ada begitu banyak kesempatan untuk berduaan, berdekatan, melakukan kekhilafan bersama. Ya, memang, malam ini juga jadi milik seorang teman perempuan, seorang teman lelaki masa kecil,  dan…seorang mantan pacar. Tapi pasti deh, dengan limpahan minuman dan musik favorit, yang lain bakal dibuat ngontrak !

Malam makin larut dan gelas di tangan sudah berganti lima kali. Siap melancarkan aksi tanpa rasa malu dan ragu ! Tapi…ehh…kenapa itu ! Ternyata gelas di tangan teman perempuan juga sudah berganti lima kali dan memberi efek yang lebih dasyat. Bukan hanya menghilangkan rasa malu dan dan ragu mendekati gebetan, tapi juga untuk AKSI PENIKUNGAN ! Bergelayut mesra pada target bersama sepanjang malam, tiba-tiba kontrakan serasa pindah tempat.

 

Yang sisa hanya teman lelaki masa kecil (sedang joged pecicilan kegila-gilaan) dan…seorang mantan pacar. Kini sedang tersenyum manis, mencoba mengeluarkan pesona tahun lalu sambil menyisihkan tempat di sofa empuk. Saat lima gelas di tangan itu sudah mulai naik ke otak, apa yang jadi pilihan ? Ikut joged patetik atau menyambut mesra mantan pacar ?

 

Kita tidak sedang membahas come-back labil yang terjadi sebulan hingga tiga bulan setelah putus. Setelah punya hubungan yang cukup lama, biasanya kata pisah sebenarnya sungguh sulit terucap. Jika kejadian di atas terjadi pada fase putus sambung, pilihannya langsung jelas: Gue melihatnya sebagai kesempatan menyilet-nyilet sambil menabur garam, atau dengan medium garam di gelas tequila, khilaf come-back, meski nantinya menyesal jua.

 

We’re talking about THE GREAT COME-BACK. Kembalinya muncul si mantan kekasih, biasanya yang punya hubungan paling lama, setelah bertahun-tahun hilang dari kehidupan. Yang terjadi setelah proses trial and error yang lama, yang membuat gue menyadari bahwa di atas pria paling brengsek dalam hidup, ada lagi yang lebih brengsek lagi. Setelah menyadari bahwa ternyata lelaki sempurna yang bisa membahagiakan itu tidak sepenuhnya nyata. Setelah kesepian, kebosanan, dan perlombaan dengan usia, mendera secara tak henti, sehingga siapa saja deh, terdengar sebagai pilihan yang masuk akal.

 

Dan di suasana hati semacam ini, there he comes, lelaki yang pernah cocok, pernah sangat mencintai dan dicintai, pernah sangat dekat di hati. Segala sifat jelek sudah disembunyikan kembali (atau mungkin sekadar tidak terlalu mencolok setelah beberapa tahun), dan hanya sifat menawan yang tampak di permukaan. Kini, ia tampil dengan senyum menawan dan tekad bulat, seperti di hari-hari PDKT yang membuat jatuh cinta.

 

Dengan sedikit redupnya lampu dugem kehidupan, you may, I may, jatuh dalam kisah dongeng yang memabukkan. It does sound like beautiful fairy tale. Cinta yang ternyata abadi dan sejati. Kembali jatuh cinta setelah sekian lama tak berjumpa. Atau mungkin, cinta selalu ada dan tak terhapuskan oleh waktu maupun orang-orang yang lewat dalam hidup.

 

Seharusnya, gue mulai percaya bahwa segala yang dirasakan itu, ternyata bukan hanya bunga-bunga sesaat. Maksudnya, ini kan lelaki yang ditangisi kepergiannya, masa ketika ia kembali dan menyadari kesalahannya, mau ditolak lagi? Nyesel nggak? Nanti nangis lagi nggak? Atau…maybe he is the one! Bagaimana kalau dilewatkan? Nggak lagi ketemu yang cocok, yang menanti janda?

 

Tapi yang muncul dalam benak gue malah keheranan pada para mantan yang membuat pilihan semacam ini tersedia. Maksudnya, yang bener aja, do you really want to start the chaos in MY life and YOURS, over again?

 

Karena ini juga adalah bertahun-tahun setelah insiden paling menyakitkan dalam hidup itu. I’m over with it. Gue sudah tidak lagi ingin mencincang-cincang dan melakukan pembantaian massal.  Gue melihat pria-pria yang telah berlalu semata sebagai bagian dari pengalaman yang mendewasakan hidup.  Tidak ada dendam, tapi juga…tidak ada perasaan lagi…

 

Gue hidup dalam dunia nyata, bukan negeri dongeng. Dalam negeri kenyataan, cinta bisa mati dan habis. Bisa muncul momen di mana rasa suka itu sepenuhnya hilang. Romantisisme kembali ke mantan pacar, mungkin terdengar indah. Tapi terkadang, rasa itu sungguh bisa hilang. Apalagi jika hubungan itu menyakitkan, saling selingkuh dan mudah goyah oleh kehadiran orang lain.

 

Gue sudah tidak bisa lagi melihat lelaki yang bertahun-tahun absen dalam kehidupan seperti tiga tahun lalu. Beliau sudah jadi orang asing yang terlihat hanya dari fisiknya semata. Kalaupun perasaan itu harus dikembalikan, mungkin butuh proses setahun dua tahun, pertama untuk memulihkan rasa keki, kedua, untuk recap PDKT saling mengenal dan menyesuaikan kembali.

 

Gue bahkan pernah menulis fiksi Cruise on You, yang menyatakan keoptimisan gue terhadap hidup. Ketika buku itu jadi nyata, betapa gue berharap telah menulis akhir yang mengenaskan bagi protagonis pria, yaitu si mantan. Jika dijalani, mantan yang menyebalkan itu ternyata MENYEBALKAN sekali, tidak ada sisi manis-manis dan romantisnya.

 

Dan, meski mungkin bukan yang paling buruk, tapi seriously,it was bad enough that you don’t want to repeat it . Biasanya, komedi romantis berakhir dengan ciuman mesra saat balikan. Tapi hidup tidak berakhir saat itu, masih ada serialnya, di mana saat balikan itu, perpisahan bisa juga terulang. Alih-alih Cinta Lama Bersemi Kembali, yang terjadi malah Cinta Lama Bubar Kembali, dengan segala kekacauan yang ditimbulkan.

 

People change, saat kita bicara tentang hal baik menjadi hal buruk, dan people never change, saat kita bicara hal buruk yang tetap buruk. Segala sifat buruk, ketidakcocokan serta ketidaksetiaan yang dulu ada, biasanya tetap ada, meski tidak tertutup kemungkinan si mantan mengalami suatu kisah pertobatan yang nyata. Namun biasanya, yang jelek itu hanya tertutup, karena sudah lama tidak bertemu.

 

Lagipula, jika setelah petualangan yang cukup lama, si mantan kini menyadari bahwa gue-lah yang terbaik dalam kehidupannya, mungkin I AM that good! Dan jika gue se-OK itu, seriously, why would I want to settle down for someone who is just so-so? Mungkin gue akan sungguh bertemu dengan si sempurna yang tidak pernah membalas sms gue setelah dua hari karena sibuk dengan orang lain.

 

Sedangkan untuk si mantan, mungkin inilah waktunya pendewasaan diri bahwa dunia nyata memang lebih kejam dari negeri dongeng. Dalam dunia nyata, ada hal-hal yang tidak bisa diulang. Ada kesalahan yang tidak bisa diperbaiki. Mungkin dalam fase hidupnya, kehilangan seseorang yang ternyata SEGITUNYA dalam hidup, adalah satu pelajaran berarti untuk berhati-hati mengambil keputusan.

 

Itulah sebabnya, tanpa ragu seorang teman memilih berbagi kasih dengan tembok saja. Biar kata hati runyam, kaki pegel mencari cinta, lebih baik tetap pulang lalu muntah-muntah sendiri. Terlepas dari adanya gebetan atau tidak, menjalani hidup secara nyata, telah menjadi alasan pengambilan keputusan.

 

Tidak menutup kemungkinan, bahwa memang ada kisah-kisah cinta sejati, yang tak terpisahkan oleh apapun. Lelaki yang menanti puluhan tahun agar bisa bersatu kembali dengan pujaan hati. Kalau memang situasi masih memungkinkan, gue tidak bisa menyalahkan rezeki orang untuk punya mantan yang baik hatinya.

 

Tapi buat gue, gue mendingan pacaran sama tembok!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *