Maafkan Saya Dian Sastro…

Sejak Dian Sastro mampir ke salah satu postingan saya, readership rate saya meningkat secara tajam. Dan hal tentunya membuat saya sangat senang dan bersyukur, karena seorang artis kenamaan sudi mampir ke blog rakyat jelata seperti saya. Lebih girang lagi ketika blog yang tujuan utamanya adalah mencegah saya gila karena ngomong sendiri, justru menarik orang lain untuk gila bersama saya.

Akan tetapi rasa girang itu kemudian berubah menjadi sebuah perasaan sesal dan bersalah, ketika beberapa orang yang melihat blog saya, kemudian menjadi kecewa, karena blog saya itu sebenernya..errr..biasa ajah…Bukan..bukan kritik yang bikin saya sedih. Maklum, seumur idup saya yang maha tidak sempurna ini, saya udah khatam sama kritik. Tetapi karena kritik2 ini ditulis di blog Dian Sastro….membuat saya jadi terbebani oleh rasa sedih dan berdosa kepada beliau…

Ini ibarat protes ke bintang iklan sabun mandi karena sabun yang dipromosikan itu ternyata bikin kulit kering. Jelas ini bukan salah bintang iklannya, karena bahkan dengan kulit keringpun, si bintang iklan tetep aja cantik. Kritik wajibnya dilayangkan pada pabrik iklan sabun yang berjanji palsu itu!

Berdasarkan pantauan terhadap blog Dian, saya menangkap tiga kekecewaan terbesar orang terhadap blog saya: 1. Bahwa blog saya itu masi bau kencur, 2. Bahwa blog saya itu tidak kreatif, 3. Bahwa saya itu tidak lucu dan tidak menulis dengan baik. Oleh karena itu…biar saya ga jadi pabrik iklan sabun yang mengumbar kelembapan kulit…saya mau memberi disclaimer nih…

1. Blog saya emang baru kok
Di halaman pertama itu ditulis HAVE A SIP OF MARGARITA, bukan HAVE A SIP OF MARGARITA..SINCE1845. Jika saya menulis begitu, tentunya ini adalah claim yang salah, jelas2 tahun segitu blum ada internet, nge-blog pake batu tulis mungkin. Blog ini dibuat karena saya kehilangan pendengar setia segala racauan saya; pacar saya- sekarang jadi mantan. Seandainya saya putus dua tahun lalu, blog ini bakal ulang tahun yang kedua tahun ini. Seandainya saya ga putus-putus, blog ini belum lahir. Tentunya saya bukan blogger senior, tapi saya ga pernah lho bilang gitu…

2. Blog saya memang bukan yang paling kreatif
Lha jelas2 saya menulis dengan bahasa yang sudah eksis ratusan tahun. Kata-kata yang digunakan pun, sudah pernah dipakai sebelumnya. Topik sekitar saya itu, udah muncul dari jaman siti nurbaya. Gimana saya bisa meng-klaim kalau blog saya itu kreatif? Kecuali kalau saya nulis pake bahasa roh yang saya rasa sejauh ini belum pernah ada orang yang menulis dengan bahasa tersebut. Tetapi itupun ada kelemahannya. Pertama: saya belum punya temen atau anggota keluarga yang udah jadi roh, tentunya saya akan menjadi bingung akan topic yang bisa saya bahas bersama. Kedua: saya pengecut, paling takut sama setan, bayangkan betapa ngerinya saya kalau tiba2 menerima comment dari salah sewujud roh. Apalagi saya ga familiar sama undang2 IT dunia roh halus; kalau roh itu gak seneng hati, niscaya blog saya bakal diblokir dunia akhirat! Mengingat dan menimbang semua konsekuensi diatas, saya memutuskan untuk tetap menggunakan teknik menulis tradisional dan kurang original: dengan Bahasa Indonesia dan Inggris.

3. Blog saya biasa aja tuh
Seandainya saya itu lucu banget, pastinya saya udah direkrut Extravaganza dan maen bareng Tora Sudiro. Seandainya saya itu penulis yang baik, tentunya saya dah jadi JK Rowling dan cerita saya bakal difilmkan dan diperankan artis Holywood. Tetapi nyatanya, saya pengangguran aja tuh! Menunjukkan bakat dan talenta yang minim. Jadi kalau ada yang kecewa karena saya tidak selucu dan tidak menulis sebaik yang diharapkan, COBA BAYANGKAN BETAPA LEBIH KECEWANYA SAYA!

Duh! Saya sok artis banget sih…pake acara klarifikasi segala…blog juga cuma segitu2nya…Saya sadar sebenar2nya, masi banyak blog2 lain yang lebih berhak mendapat rekomendasi Dian Sastro, tapi kalau ternyata blog saya yang beruntung, bukan salah Dian Sastro juga kan?

Sejak saya tingkat 1, saya slalu menetapkan target C untuk setiap mata kuliah, tujuannya adalah untuk menghindari kekecewaan yang berlebih ketika hasil dibagikan; secara semua nilai akan cenderung mencapai atau melampaui target. Strategi yang sama saya terapkan untuk disclaimer ini, agar pembaca tidak lagi merasa ditipu dengan blog saya, dan justru lebih puas dengan ekspetasi yang minim.

Dan semoga..semoga…ibarat orang tetep ngerokok meski merokok dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan jantung dan gangguan kehamilan, tetep ada orang yang membaca blog ini, bahkan dengan disclaimernya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *