Sebuah Perasaan Irasional Bernama Nasionalisme

“Kalau dulu kita yang menyeberang ke Timor Leste untuk foto-foto, sekarang gantian, mereka yang menyeberang kemari, lebih bagus di sini sih!” ujar seorang warga Atambua sambil tersenyum bangga, memamerkan sederet gigi putih khas senyum di pulau itu.   Pos perbatasan Timor Leste- Indonesia di Atambua itu memang mentereng. Bangunan masih berbau cat macam sofa yang belum dibuka pastik ...
read more

hat_0

Stalking Indonesia is Heeereee….

Seorang bekas rekan kerja pernah mencerca gue sebagai seorang stalker. Ah, tentu meskipun benar, gue merasa sedih bukan kepalang. Bagaimana tidak, stalker itu kan hina banget ya… Itu adalah julukan bagi mereka yang suka memusingkan hal-hal yang nggak penting, membuntuti sesuatu dengan penuh obsesif yang mengindikasikan kurangn

ya pekerjaan orang tersebut.

 

Kesedihan itu membuat gue mengurung diri di kamar dan merasa kian rendah hati. Guna membesarkan hati, gue berusaha menggunakan celaan ini sebagai kritik yang membangun. Gue merenung dan introspeksi diri guna melihat bagian mana yang membuat gue dicap stalker.

 

Dan gue menemukan… gue memang stalker..

 
Gue lebih banyak menggunakan ilmu social media dan media internet yang gue pelajari untuk kepentingan mengintai orang-orang di sekitar gue ketimbang merapikan SEO blog misalnya. Gue juga bermetode dalam mencari cara menjebak gebetan, lebih dari karya ilmiah SMA yang dibuat kebut semalam.

 

Bahkan dalam blog mungil yang sederhana ini, ketika menceritakan pengalaman wisata, gue lebih sering ngulik hal-hal yang nggak penting dibandingkan tentang tempat wisata itu sendiri. Gue malah sibuk nge-stalk tempat wisata.

 

Menyadari betapa berdosanya gue menjadi stalker, gue kemudian memutuskan untuk membagi pengalaman stalking gue kepada banyak orang. Agar sekiranya stalking gue menjadi mudah-mudahan bermanfaat bagi khalayak ramai.

 

Stalking Indonesia, buku keenam gue ini bukan buku travel. Bukan buku yang jika dibeli akan membantu loe mengetahui cara pergi dan di mana tinggal di satu daerah. Buku ini hanya akan memberikan loe pengetahuan kelewat dalam tentang satu daerah, dan Indonesia keseluruhan.

 

Jadi kalau lagi mau jalan-jalan, belilah Lonely Planet dulu, lalu.. beli yang ini juga untuk hiburan. Karena after all, being stalker is so much fun. Dan tujuan berwisata paling utama adalah to have fun. Mari mengintai bersama!

 

New book by Margareta Astaman

New book by Margareta Astaman

 

31st January 2014 | 6:08 pm |

2

Respon
  1. […] pemburu cerita perjalanan. Lalu kemana arah bacaan berjudul ‘Stalking Indonesia’ karya Margareta Astaman […]

    Buku ‘Stalking Indonesia’-nya Margareta Astaman | [ berbagi ] | May 4, 2014 | 13:13 |

  2. Terima kasih reviewnya! :)

    margie | May 4, 2014 | 16:41 |