Masi ingat tukang bersih-bersih Chinese maha rasis yang dibahas di postingan RASIS! ? Si bibi ini sekarang punya musuh baru. Selain Zubaedah, rekan pembersih berdarah Melayu yang jaga lantai bawah dan dituduh tukang ngadu, bibi sekarang lagi melancarkan agresi kepada tetangga gue, seorang mahasiswi dari Cina daratan.
Revertigo
Temanku putus. Hore. Menurut gue sudah sepantasnya dan waktunya pacarnya yang bajingan itu dipecat. Gue sudah letih menjadi teman yang baik, yang bilang, apapun keputusan loe, gue akan tetap mendukung loe , menegosiasi segi feminisme dalam diri yang memberontak melihat teman gue sendiri menerima perendahan harkat martabat dengan jadi wanita kedua. Juga sudah cape mendengar, « Dia itu sayang sama gue, gue yakin itu… » Sumpah, cinta itu butuh tanggal, dan gue ga tau gimana bisa tahu sayang kalau sang pria tidak berani membatasi kebebasannya dengan secara resmi jadi pacar teman gue. Menurut gue, cowo yang kayak gitu Cuma 2 pilihannya, either confused dengan sexualitynya, atau simply bajingan.
Kisah Anak Congkak Berbalas Jerawat
Kalau gue boleh menyebut satu penyakit kulit yang sangat berbahaya dan dampaknya bisa terasakan social-ekonomi, kalau gue boleh menuduh satu jenis penyakit kulit yang paling serius dan penyebarannnya tidak kenal musim, kalau gue boleh menyalahkan sebentuk penyakit kulit yang hingga kini penanggulangannya belum dikenal pasti, bolehlah gue menyebut: JERAWAT.
Gara-Gara Kondom
Entah sudah berapa kali S (merk sebuah kondom) menyelamatkan hidup Anda…Begitu slogan iklan kondom di Indonesia beberapa waktu silam. Tapi buat gue, kondom itu malah menjadi sumber kemaluan (-kata benda dari kata “malu”).
Curhat Padaku Kau Kutinggal…
Berdasarkan comment yang masuk, ternyata banyak juga yang terjebak dalam persahabatan dengan pencurhat maniak, tapi maap yah.. gue itu kmaren juga emang skadar curhat. Kalau gue uda ketemu solusinya, gue kagak bakal curhat lagi atuh! Masalahnya segala cara udah gue coba untuk meng-upgrade status gue dari tong sampah, tapi hasilnya nihil! Tapi siapa tahu bisa dicoba…
Curhat itu Penyakit
“Gy, lagi bingung nih…”
Oh nooo….begitu dalam hati sebenernya gue menjerit ketika mendengar suara temen gue, rekan mahasiswa di NTU. Pasalnya, ini uda ketiga kalinya dalam minggu; ke-berapa belas kalinya dalam bulan, dan keberapapuluhnya dalam semester ini beliau menelpon gue jam 1 pagi, spesial untuk memberikan reportase langsung tentang kisah percintaan jarak jauh mereka. Kalau gue mau dikucilkan dari masyarakat karena dapet cap bukan teman yang baik, uda pasti gue bakal langsung menutup telpon dan cabut tidur. Tetapi secara gue ingin mencitrakan diri gue sebagai teman yang baik, gue pun menjawab dengan sabar….
Gimme More!
Akhir2 ini gue punya aktivitas baru. Selepas jaga pameran poto di museum tengah kota, gue akan melancong ke perpustakaan terdekat guna membaca Jakarta Post, berharap bisa mengejar pengetahuan umum gue agar tidak malu2in banget dalam tes masuk jadi jurnalis sebuah kantor berita ibukota. Meski ternyata sistem kebut seminggu itu terbukti tidak efektif, gue tetap mendapat hikmah, memahami fungsi baru dan utama sebuah perpustakaan: tempat pacaran.
Singapore Dreaming
Raffles Place was as dazzling as always, with lights beaming from skyscrapers filled the district. But looking at one of the best business district in Asia from the windows of Esplanade Library, I realised that you can only see the beauty of it, if you’re not sitting inside those well lit offices at 9 p.m. at night.
Temen Makan Temen Makan Temen Makan….
A temen deketnya B. C teman dekat saya. A dekat sama saya. B berpacaran dengan C.A dan saya tidak cocok.B dan C putus. A sekarang dekat sama C.
Bingung kan?
Kerumitan hubungan pertalian persahabatan dan perkasihan yang berlangsung diantara kami berempat memang sedikit tinggi tingkatannya dibandingkan kerumitan soal matematika aljabar turunan 10 dalam final kompetisi matematika tingkat provinsi tahun 2002.Jika soal yang menggagalkan cita2 gue punya piala tersebut punya jalan penyelesaian yg jelas, berstruktur dan objektif; tidak demikian dengan kisruh soal ABC dan saya.
Maafkan Saya Dian Sastro…
Sejak Dian Sastro mampir ke salah satu postingan saya, readership rate saya meningkat secara tajam. Dan hal tentunya membuat saya sangat senang dan bersyukur, karena seorang artis kenamaan sudi mampir ke blog rakyat jelata seperti saya. Lebih girang lagi ketika blog yang tujuan utamanya adalah mencegah saya gila karena ngomong sendiri, justru menarik orang lain untuk gila bersama saya.