Ga Bisa apa… Ga Mau?

“Gy, masa kemaren gue nelpon die lagi, bego ya?”

“uh uh? Buat apaan?”

“Ga ada, Cuma buat denger suaranya aja…Ga banget ya gue”

“Iya”

“Abis gimana dong, Gy, gue kaya GA BISA ngelupain dia gitu…Gimana dong biar gue BISA berhenti ngehubungin dia?”

Gue terdiam sejenak, berpikir, lalu..

“Handphone loe sini..”

Pelacur juga manusia

Suatu siang di kantin, gue dan dua teman gue Mas W dan *v*n mendiskusikan pekerjaan impian. Menurut *v*n yang sarjana elektro, pekerjaan yang paling ideal itu adalah di kilang minyak, bergaji 4500USD perbulan bersih karena rumah ditanggung. Menurut Mas W, itu kurang ideal karena kerjanya di ujung dunia. Kalau di Consultant, kerjanya cuma ngomong basa-basi dapet ribuan dollar dan tinggal di tengah kota. Menurut gue, itu tetap ga seideal kerja jadi model sekali jepret 1000dolar, ga perlu kerja tiap hari, juga tinggal di ibukota. Tapi kata *v*n, jadi model ordernya tak tentu.

Interview with the Playboys

Sebut dia Prince Charming (PC). Gue pertama kali berkenalan dengannya di sebuah club malam dan kami berdua tidak tertarik untuk memperpanjang perkenalan singkat kami lebih dari satu malam. Sejujurnya, gue bahkan sudah melupakan PC sama skali ketika gue membuka mata esok harinya.

Ujan Batu di Negri Orang

Enakan di Singapur apa Indonesia? Atau intinya : Enakan di negeri orang, dengan standard hidup yang baik, apa sejelek-jeleknya yang penting negeri sendiri ?

Yang Tua Yang Dipercaya

Inget serial iklan rokok yang suka ga ada hubungan sama rokoknya sendiri? Meski tidak merangsang gue untuk membeli rokok merk tersebut, iklan tersebut sukses membuat gue teringat selalu. Salah satu yang mereka buat adalah slogan Yang Tua Yang Dipercaya, atau sejenis itu. Tentunya dengan gambaran berlebih tentang lelaki muda yang didandanin sampai setua-tuanya sebelum presentasi, supaya meyakinkan oleh bosnya yang tua bangka gendut pendek bertampang senior.

Paradoks Jodoh

“Dek, kamu inget ga sama si Ini? Itu tuu..anaknya tante Itu…”

 

“He euh?”

 

“Tadi mami ketemu sama dia…wah..sekarang ganteng lho! Uda gitu, sukses lagi…Tau ga, dia itu yang…”

Multi Level Charity

Seorang pemuda berkaos putih dan berkaleng berjalan menghampiri begitu gue keluar dari MRT station.Insting gue menyuruh gue untuk menghindar dan gue segera mengambil langkah diagonal sambil memalingkan muka pura-pura tidak melihat. Gagal. Ternyata di arah jam 12 langkah diagonal gue, pemudi lain dengan seragam yang sama telah menanti. Beliau menyodorkan kaleng ditangannya sambil menggumam tak jelas.Gue menggeleng sambil tersenyum minta maaf lalu mempercepat langkah.  Dalam jarak 100 meter, gue melihat gerombolan berseragam sama. Buru-buru gue naik escalator, mengambil jalan memutar demi menghindari mereka. Terlambat. Salah seorang men-spot gue.Agak tak rela, gue menyemplungkan 20 sen ke kaleng itu.Si anggota gank menggumam, mungkin bilang makasih, mungkin juga menggerutu ala tukang parkir diupah 100 perak.

PPBA-bs!

Hari ini gue menghadiri reuni PPBA. Dan terutama untuk temanku, sesama alumni PPBA, gue akan me-recap dengan bangga…PERSATUAN PACARAN BEDA AGAMA-BACKSTREET (PPBA-bs)!

Memilih Hidup Tanpa Pilihan

“Gy, gue bingung nih, gue diterima di University of Columbia…Cuma 14 orang dari seluruh dunia yang dapet, tapi gue ga dapet beasiswa, karena emang ga ada beasiswa…”

 

“Lha? Loe bukannya udah dapet beasiswa dari Stanford University?”

 

“Iya sih Mar, tapi ngerti ga sih, New York itu IMPIAN GUE! Like Carrie…kalau uda pernah kesana, loe bakal pengen hidup dsana dhe! And  THIS IS UNIVERSITY OF COLUMBIA gy! sayang banget ga sih kesempatannya?”

Apa Kata Bintangmu?

“so, which column do read first when you read a magazine?”

“I love to read editorial section, because it enhances my critical thinking.”

Palsu. Sangat palsu. Tapi begitulah sebuah job interview berjalan. Seandainya gw bole jujur, jawaban gue adalah: “Ramalan bintang! Saya itu Sagittarius, terus menurut zodiac, saya itu keras kepala, tapi setia… “