Mengikuti gosip santer Christian Sugiono-Titi Kamal beberapa minggu kemarin sebagai editor yang bergantung pada content provider ibarat menyimak siaran langsung pertandingan sepak bola lewat radio. Meletihkan. Menegangkan. MenJENGKELkan.
Author: abisapta
An hour from home, thousand years from heart
Geger. Seorang mahasiswa NTU bunuh diri setelah menikam profesornya sendiri. Tidak seperti di Indonesia dimana minimal terjadi 3 pembunuhan sehari, kisah ini akan menjadi berita utama di koran Singapura. Apalagi pelakunya orang Indonesia.
A Cruise for Two
Yang males baca, inilah rangkumannya….
Seumur hidup sejak diperkenalkan pada kapal kontainer di Tanjung Priok, impian Marella Cuma satu: naik kapal pesiar. Sayangnya, menjadi seorang creative illustrator dengan gaji 2 juta dan sifat suka hura-hura menjauhkan Marella dari kesempatan membeli tiket kapal pesiar.
Mendadak Chicklit
Tiba-tiba saja gue menulis Chicklit. Tiga hari sebelum Valentine, di saat kehidupan asmara gue begitu datarnya, justru seorang teman menceritakan drama asmaranya yang ganjil dan aneh. Komentar gue saat itu cuma satu, “Chicklit banget sih!”
Temen gue langsung protes, menurutnya kisahnya itu lebih cocok dikategorikan sebagai cerita horror daripada chicklit.
“Tapi aduhh..coba loe liat deh, kalau berakhir kayak gini yah, wahhh…soo sweeeetttt!” gue mengompori. Tentunya temen gue itu langsung melotot protes, “Enak aja akhirnya kayak gitu! Loe aja yang balik sama mantan pacar loe yang…*sensor…komentar rasis yang tidak pantas disebutkan di dalam blog*”
Ambisius!
“Jadi, apa rencana karier Anda dalam sepuluh tahun kedepan?”
Gue menarik nafas panjang. Dan sebanyak pertanyaan tersebut diajukan, sebanyak itulah jawaban gue berubah. Itu sebabnya gue membenci interview pekerjaan. Setiap sessionnya menyadarkan, betapa tidak terencananya hidup gue.
Mengejar Mas-Mas
Mereka bilang aku cewe matre. Seorang teman pernah mengobservasikan bahwa semua lelaki yang pernah dekat denganku berasal dari kalangan berpunya. Aku bilang, aku tidak sengaja. Kebetulan saja bahwa pria yang dekat denganku ternyata…tidak miskin. Tapi kalau begitu tanyanya, mengapa aku tidak pernah jalan dengan mas-mas? Aku jawab, kalau panggilannya saja udah mas-mas, aku tidak naksir padanya, at the first place…
Yogyakarta
It’s all started in one night. Malam itu dua hari sebelum tahun baru. Sorenya, gue baru saja minum teh di samping patung berisi roh jahat, di balik sebuah ruangan yang menyimpan replika Lara Jonggrang. Mungkin pengaruh ditatap si arwah perempuan penasaran setengah harian, atau kena sihir sang Lara Jonggrang, malam itu gue tidak bisa berhenti memikirkan kisah dua perempuan yang kurang beruntung itu.
GOSIP ITU DOSA: gosip apa fakta?
Setiap tahunnya menjelang masa natal, sebagai anak bapak yang baik, gue akan mendatangi Gereja, berlutut, berefleksi, dan mengakui dosa-dosa gue dihadapan Pastor.
Setiap tahunnya menjelang masa natal sejak pubertas, gue akan menyatakan:
Saya berdosa, dalam pikiran dan perkataan, dalam perbuatan dan kelalaian, khususnya bahwa saya telah: Berbohong pada orang tua (Alhamdullilah bagian ini sudah hilang tahun ini), bergosip, membicarakan kejelekkan orang lain, suka mencela dan menyakiti orang lain dengan ucapan saya….
A Birthday Utopia
Jarum jam digital bergerak sedikit. 15 Desember 2008, 00:01. Dan sebuah ulang tahun berakhir. Si gadis ulang tahun yang sekarang sudah tidak ulang tahun lagi itu duduk sambil melongo dengan perasaan dikhianati. Gue merasa dicurangi alam.
Tanggal 14 Desember 2008 itu sudah gue nantikan sejak tanggal 14 Desember 2007. Setahun penuh gue menyusun dan mengkhayalkan bagaimana hari itu harus dilewati. Lalu tanggal tersebut datang tanpa bisa dicegah, lalu lewat dalam sekejap. Apakah waktu tidak memperhitungkan penantianku selama 365 hari? Tega-teganya ia berlalu begitu saja. Istimewapun tidak.
the ONE
Mungkin mantra kejombloan gue sudah kurang ampuh. Semakin banyak sahabat dan handai taulan yang menemukan belahan hatinya. Seperti hari ini, gue terlibat dalam percakapan macam ini:
Orang Lain: Ehh, loe tau ga, si itu udah punya pacar lho sekarang! Si dia juga awet banget, uda 4 tahun pacaran!”
Margie (didorong rasa penasaran dan setengah sirik): Oh ya, masa si? Pengen tahu, coba sini kasi liat pacarnya kaya apa!
Kami mengendap-endap mencuri pandang ke pasangan yang dimaksud
Orang Lain: Tuu..gy! dia aja laku! Masa loe kalah sih?
Margie (sewot, sombong): Halah! Kalau cuma yang kaya gitu sih, SEPULUH gue bisa dapet!