“Kayaknya ini bakal jadi tahun baru pertama di Singapura yang ujan,” seorang teman berkomentar.
“Nggak mungkin!” Gue menjawab mantab.
“Gimana nggak mungkin, ini model ujan yang nggak bakal berenti gitu, lho.”
“Kalian kok pada nggak percaya sama pemerintah Singapur sih? Gue yakin, ujan bakal berenti sebelum perayaan tahun baru dimulai!”
“Masa sih pemerintah Singapur bisa ngatur ujan? Ini alam gitu loh!”
“Yee.. Loe kayak baru tinggal di Singapur taon kemaren, mana pernah Singapur itu tidak terkendali! Bencana alam aja jarang!”
Author: abisapta
And, After All…
Ox Residence adalah sebuah guest house di bilangan Slipi yang menyediakan sewa kamar harian dengan harga kurang dari tiga ratus ribu rupiah per malam, sudah termasuk kopi dan teh. Dari luar, bangunan ini mudah dikenali lewat tembok bercat putih benderang dengan penerangan jauh merasuk ke jalanan di depannya. Di dalamnya, Ox Residence mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan tak sempat direnov karena selalu fully-booked.
Kotak sabun cair dalam kamar mandinya yang kecil nampak sudah lama tidak terisi, ditandai dengan mulai tumbuhnya lumut hitam di sudut-sudutnya. Handuk dan seprainya agak lembab. Pintu kamar perlu ditekan dengan jumlah energi tertentu agar bisa terkunci. Suara dari kamar tetangga terdengar jelas, bisa nguping.
Kilas Mudik 2012: Hong Kong
“Kenapa cowok Singapur jelek-jelek?”
Pertanyaan itu muncul di tengah tumpukan studi kasus hukum media di beberapa negara, makalah kuliah jurnalisme online dan setumpuk buku teks organizational behaviours. Gue, yang saat itu sedang mengerjakan tugas kelompok bersama kedua rekan lainnya, merasa telah bekerja keras dan butuh reward dalam setidaknya pemandangan indah. Sesuatu yang jelas tidak gue dapatkan dalam lingkup perpustakan kampus, di Singapura.
Ketika Tuhan Memang Satu, dan Kita (tiba-tiba) tak Samaaaaaa
Karena Kita Berbeda
Demikian hasil sebuah polling kecil yang diadakan sebuah radio wanita di Jakarta. Bahwa sebagian besar pasangan di ibukota, menjadikan perbedaan agama menjadi alasan terbanyak kedua putus hubungan mereka yang terakhir, sedikit di bawah ‘keluarga tak setuju’.
National Battle of Beach Resort
Cubadak atau Sikuai?
Seperti kebanyakan warga Indonesia lainnya, gue hanya tahu satu pulau cantik di pesisir Sumatera Barat yang belum sampai Mentawai. Sikuai. Private island milik sebuah resor dengan pasir putih dan payung cantik berderet di sepanjang bibir pantai.
Asli Apa Palsu?
Tengah berdesak-desakan hampir overload bersama segenap keluarga dalam sebuah lift, terdengar suara dari belakang gue. Seorang perempuan muda berbisik pada lelaki yang nampaknya adalah pacarnya.
Ayang…ayang…beliin tas yang kayak gitu dong, tapi yang real one, bukan yang fake kayak gitu…Ujarnya sambil menunjuk tas Gucci kakak yang baru beberapa bulan lalu dibeli di butik pusatnya di Italia.
Insecure Carrie
A book makes you think
Even the one as shallow as Sex and the City
Demikian gue rasanya mau ngomong. Saat itu gue sedang berada dalam penerbangan Jakarta-Surabaya untuk sebuah workshop. Berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk internetan, tidak punya Kindle, gue terpaksa kembali menggunakan metode hiburan sederhana, membaca buku. Hardcopy. Klasik.
Wanita Karier
“Ga usah kawin, dhe Gy! Nggak bisa ngapa-ngapain, kerja aja susah!”
Gue menatap aneh mencoba mencerna saran yang baru gue terima, lalu, menganggap saran tersebut datang dari seseorang yang berlatar belakang cukup kredibel, memutuskan untuk menjalankan nasihat tersebut bulat-bulat.
Indonesia Vs Indonesia
Kalau Noordin M Top masih hidup, mungkin resor ini sudah jadi salah satu target aksi terorismenya. Meski gue saat itu gue sedang menginap di dalamnya, gue tidak sanggup menghilangkan pemikiran ekstrim ala negara korban terorisme.
Betapa tidak. Saat itu gue sedang menginap di sebuah resor eksklusif di salah satu ujung Sulawesi. Tipikal resor yang punya kolam renang pribadi dan sunbed persis di depan kamar. Meski arealnya luas, hanya ada tujuh kamar di sana, salah satunya, yang gue tempati, punya perahu cadik yang disulap jadi ranjang. Ketika membuka kamar, hamparan laut biru jernih langsung menyambut. Ada private access langsung ke spot snorkeling yang konon adalah salah satu yang terbaik di Tanjung Bira.
