Prime Time

“Nggak dapet minuman gratis lagi, Gy?” demikian seorang kenalan lama bertanya dalam sebuah acara dugem bersama saat gue mengajukan diri membeli minuman sendiri.

“Nggak, auranya udah abis dipake di masa lalu, musti totok lagi dulu,” gue menjawab cengegesan.

Dan dengan pertanyaan tersebut, seperti pada perempuan paruh baya, acara dugem serta kepulangannya menjadi awal sebuah permenungan.

Karyawisata

“Tante A minggu ini ke Singapur, ke Universal Studio.”

“Ihh…ngapain? Emang tante A masih bisa main jetcoster?”

“Nemenin cucunya, ada karyawisata.”

“Karyawisata ke Universal Studio?”

“Iya, cucunya kan sekolah di sekolah internasional, jadi karyawisatanya ke Singapur.”

“Haa…Jauh amat! Kalau nggak mampu gimana?”

“Ya pasti mampu, lah! Sekolah internasional, mahal! Muridnya mampu semua!”

#Kulblog

My exboyfriend is on Twitter

Dan itu membuat gue galau.

Dengan sifat ganggu yang dimiliki sebagian besar dari mereka, dan kecomelan gue dalam menjelek-jelekkan orang lain, terutama mantan, di ranah publik, kami bisa terjebak dalam twitwar! Idih amit-amit. Bagi gue, tidak ada yang lebih hina dalam aktivitas twitter daripada berantem dengan 140 karakter per argumen DENGAN MANTAN PACAR. Itu buruk sekali bagi pencitraan. Tidak elegan, tidak classy, dan sangat patetik.

Blogblock

Last posting: 8 January 2012

Sudah satu bulan lebih gue meninggalkan blog ini.  Kalau dalam agama tertentu, itu macamnya gue sudah tidak sholat Jumat selama periode tertentu. Gue harus mengucapkan dua kalimat syahadat supaya bisa menyebut diri sebagai blogger lagi. Atau memperbaharui janji babtis.

CLBK (Cinta Lama Bubar Kembali)

You are enjoying yourself. Ini malam dugem dengan gebetan baru. Setelah begitu lama menanti, ada begitu banyak kesempatan untuk berduaan, berdekatan, melakukan kekhilafan bersama. Ya, memang, malam ini juga jadi milik seorang teman perempuan, seorang teman lelaki masa kecil,  dan…seorang mantan pacar. Tapi pasti deh, dengan limpahan minuman dan musik favorit, yang lain bakal dibuat ngontrak !

Life Ends at 90s

Yang kurang, mungkin hanya lagu New Kids on the Block, gue berpikir saat membuka jendela mobil lebar-lebar mengharapkan udara segar pegunungan, meski hidung langsung tersumbat asap knalpot angkot di hadapan.

Berbekal alasan mengejar MoU dan bermaksud mengajak kerja sama blogger yang ‘sayangnya’ bermarkas di Cisarua, gue dan seorang teammate berhasil piknik ke Puncak memanfaatkan mobil kantor dan jam kerja di Jumat yang indah. Tentu saja, ini jadi piknik yang sangat berarti bagi kami berdua, apalagi ditambah semangat nostalgia.

Gawat-Darurat

Nit..nit…nit…nit… Suara alat deteksi jantung dari pasien di sebelah gue itu terdengar nyaring di telinga. Nit…nit…nit….NITNITNITNITNITNITNITNITNIT… Ada yang nggak beres nih, aduh, kok bunyinya kedengerannya nggak sehat sih? Suster…Suster…

Mega-Wedding

“Pelaminannya dari kaca yang diukir! Seluruhnya! Lalu ditembakkin laser!”

“Iya, gue denger juga bajunya nggak sembarangan, dari perancang siapa tuh? Yang ngetop banget di New York?”
“Pokoknya bener-bener Mega-Wedding dah!”

Demikian pembicaraan dalam taksi siang itu, tentang sebuah pesta pernikahan kenalan yang konon digelar gede-gedean dan menghabiskan biaya M-M-an.Mendengar konsep ini, gue langsung mengirim pesan singkat pada Oknum R.

“Konsep pernikahan loe di Bali sudah kurang gres lagi!”

“Oh gitu ya? Emang sekarang harus yang kayak gimana?
“Gue denger dari temen gue, konsepnya Mega-Wedding!”

“Emang Mega-Wedding apaan sih?”

Dumped and Dumber

Have you ever seen a girl and think that if you were a boy, you would dump her too exactly the way her ex-boyfriend did?

Have you ever seen another girl and think that if you were her boyfriend, you would cheat on her exactly the way he was?

Gue, dengan hati yang keji dan penuh kejahatan, tentu saja, pernah.

Gangsta’

Kalau lembar hasil laboratorium itu adalah hasil ujian, gue sudah pasti tidak lulus.

Setelah empat hari mengalami demam tinggi 40 derajat Celsius secara konstan siang dan malam, gue dianjurkan untuk tes darah. Curiganya, kalau bukan tifus, mungkin demam berdarah, atau penyakit dalam lainnya. Maka gue dites untuk berbagai penyakit tersebut. Yang hasilnya menyimpang dari normal diberi warna merah, yang baik-baik saja warna hitam.

Lembar itu, bewarna merah nyaris di semua bagian. Virus demam berdarah berkomplotan dengan bakteri tifus, didukung virus campak dan juga gangguan liver untuk menyerang badan. Paket combo. Gue masuk rumah sakit seketika.