Mencari Kucing Garong yang Sopan

“BUUU!! KUCINGNYA NAKAL!!! NAIK KE ATAS UGE!!”

“APAAAAAA??? KURANG AJAR!!! CIYATTTT!!!!”

Dengan perkasa si mamih langsung menyabet dengan ujung sapu si kucing gendut yang sedang tidur siang sambil menggaruk-garuk atap UGe, mobil semata wayang gue. Kucing gendut langsung melompat panik.  Bulunya rontok bertebaran.

Sesaat gue melemparkan senyum penuh kemenangan. Kucing gendut membalas dengan cibiran licik. Dicakar-cakarnya UGe dengan kalap sebelum meloloskan diri dari sela-sela pagar. “KUCING!! AWAS LOE BERANI KESINI LAGI! GUE JEPITTTT!!!”

Unlikeliest Friend in the Unlikeliest Place

Tukang pos mampir di rumah gue awal minggu ini. Sebuah postcard bergambar kastil di Jerman kini terpajang di atas meja. Dibaliknya, penuh dengan tulisan tangan sangat rapi ukuran seorang pria, berkisah tentang nikmatnya makan dengkul babi di tanah kelahiran kakak ipar gue. Dan gue menjerit,

Cina Tanggung

Lobby Hotel

“Ibu Margarita!” Menoleh, mencari suara yang memanggil.

“Ah! Saya langsung ngenalin Ibu! Habis beda sih rupanya! Ibu orang apa ya?”

“Jakarta, Pak!”

“Ah, masa asli Jakarta?”

“Err..iya deh, Cina, Pak.”

“Bukan ah! Cina nggak kaya gini wajahnya! Bapak orang mana? Ibu?”

Menghela nafas panjang, terpaksa harus menjabarkan panjang lebar “Bapak campuran Jawa dan Cina. Ibu campuran Cina dan Betawi asli. Jadi saya 50% Cina, 25% Jawa, 25% Arab-Betawi.”

“Naa gitu baru pas, empat macam! Makanya saya nggak bisa nebak!”

“Tiga dong, pak, kan Cina-nya disebut dua kali.”

“Tapi Betawi harus dipisahkan dari Arab-nya.”

“Atur aja, Pak…”

Pengadilan Terakhir

“Bukannya katanya jurnalis? Kok pernah ambil sales di Ernst & Young?”

“Mmm..iya, mereka kebetulan mencari jurnalis supaya bisa menulis proposal. Tapi lumayan kok, bisa belajar sedikit tentang business & finance.”

“Kalau belajar finance bagus di Reuters, mereka menyediakan kursus financial analysis khusus.”

Saya datang, saya lihat, saya pegang

“Ahh, mami nggak mau naik ah! Mau turun aja!”
“EHHH! Ga boleh gitu! Ayo naik!” Gue mendorong-dorong si Mamih dari belakang dengan tangan kiri, sambil tangan kanan menghalang-halangi sisi kanan undakan Borobodur supaya si Mamih yang sudah mengambil ancang-ancang putar balik tak bisa turun tangga.

CRUISE ON YOU

CRUISE ON YOU, published by ATRIA, a subsidiary of PT serambi INTI SEMESTA, released February 2010. Told in a witty way, Cruise on You is an illustrated novel about chasing dreams and believing in ‘happy ending’.

Pulang

Ayam Kentucky tidak pernah terasa senikmat ini dan Senayan City tidak pernah terlihat seindah ini. Bahkan dengan kulit yang lengket karena keringat dan bau ikan yang masih menempel di tubuh, semua pemandangan terasa begitu spektakuler.

 

Saat itu gue baru satu jam mendarat dari liburan di Belitong. Sebuah perjalanan tiga hari yang membawa gue, pulang ke rumah.

Permantanan

Pere 1: Menurut loe gue harus undang mantan gue ke kawinan gue?

Pere 2: Cowo loe ngundang mantannya juga nggak?

Pere 1: Pacar gue emang beda sama mantan  gue! Kalau yang sekarang nggak pedulian sama mantannya!

Pere 2: Duh, enaknya, gak kayak cowo gue, masa udah kawin masih bbm-an sama mantannya

Pere 1: Loe-nya juga sih, masih kontak sama mantan loe!

Pere 2:  Gue kan cuma pingin tau kabarnya dia sekarang! Ngomong-ngomong mantan loe sekarang dimana ya?

Pere 3: Mantan gue yang mana?

Mereka Bilang Saya Cina. (Emang!)

“Pokoknya kagak ada tuh yang namanya gue didandanin pake Oriental Chic lah, Japanese look lah, Artis Korea-lah, ntar jadinya Cina-Cina juga!”

“Mau menyembunyikan identitas ya?” Tukang Make-up melirik penuh curiga.

 

Saat itu gue baru akan dipotret untuk profile buku, termasuk yang kedua, Cruise on You yang rilis 14 Febuari nanti. Dan berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, para tukang rias gatel sekali mendandani gue ala Hong Kong, Jepang, Korea atau Taiwan, meski hasil akhir selalu terlihat serumpun: Enci-enci.