“Ini tulisan Cina-nya tolong dihilangkan,” ujar Mbak petugas visa China sambil melingkari alamat hotel dalam print voucher Booking.com yang menjadi salah satu persyaratan aplikasi visa.
“Tapi kan hotelnya di China?” gue bertanya masih belum mudheng.
“Iya, tapi nggak boleh tulis Cina, musti CHI-NA” jelasnya
“Ini kan otomatis dari Booking.com-nya Mbak, bahasa Indonesianya chaina itu Cina!”
“Ya kalau gitu pakai versi Bahasa Inggrisnya aja!”
“Nggak ada, adanya versi Bahasa China.”
“Ya udah pakai Bahasa China!”
“Nanti saya nggak bisa bacanya…”
“Ya udah ilangin aja pokoknya itu kata Cina, cukup sampai kotanya saja, ya? Jelas?”
Pernah punya pengalaman ditolak aplikasi visa Chinanya, gue memutuskan untuk ngikut saja, daripada sekali lagi ditolak di negeri leluhur, padahal jadwal pameran buah-buahan sudah dekat!
Gue kemudian menyusuri gang-gang di balik Mega Kuningan untuk mencari tempat print-print-an yang membuka jasa photoshop guna mengedit voucher hotel. Sambil melangkah melompati gorong-gorong bolong, gue kembali merenungkan soal China, Cina, Chenes, Tiongkok, Tionghoa, Zhongguo, Cungkuo ini.