Setelah menonton Confession of a Shopaholic weekend lalu, aku jadi resah gelisah. Bukan karena gue seorang shopaholic, (kalau itu sih ga mungkin, lah!), tapi karena menyadari betapa kritisnya seseorang dalam denial state itu.
Bayangin aja, masa sudah terbelit hutang belasan ribu dolar dan bisa berhalusinasi melihat mannequin bisa ngomong, masih bisa ngaku bukan shopaholic?! Itu kan hal yang jelas banget! Sayang sekali memang itulah sisi paling memprihatinkan dari kondisi in denial. Hal yang jelas keliatan terang-terang bisa terasa abu-abu netral. Makanya jadinya kronis, bagaimana bisa sembuh, menyadari penyakitnya aja gak mau.