Such an irony, how a minute awaited for long
Could just pass with nothing done
Or probably the best way a moment could happen
Is by letting that moment takes part, and us giving in?
Such an irony, how a minute awaited for long
Could just pass with nothing done
Or probably the best way a moment could happen
Is by letting that moment takes part, and us giving in?
Bisakah seseorang menjadi saksi kontes foto romantis yang sama? Bisakah seseorang punya mantan pacar yang sama? Bisakah seseorang mendapat inspirasi yang sama? Dan bisakah inspirasi itu dituangkan dengan cara yang sama?
Sebuah perbincangan di sore yang indah di sebuah kafe
“Aku tuh sebenernya pingin tahu calon suamiku itu bisa apa enggak?”
“Memangnya nggak pernah dites?”
“Tapi aku nggak mau gitu lho sebelum nikah!”
“Ga perlu sampe gitu juga bisa kok, yang penting kamu tahu bisa apa enggak!”
“Emang bisa ya kalau ga sampe gitu? Caranya gimana tho? Kan aku juga mau tahu dia bisa lama apa enggak..”
Angka kriminalitas di RT 002/ RW 010 meningkat akhir-akhir ini. Curiganya, para hansip yang biasa siaga menjaga kini menjadi lengah akibat menonton siaran Piala Dunia yang dilangsungkan larut malam. Semakin sering terjadi kecurian di lingkungan sekitar. Salah satu incarannya, adalah Toko G, yang punya empat mobil, tiga diparkir di depan karena garasinya cuma cukup untuk satu mobil.
Saya ini hansip kesayangan Bu RT! Kalau Bu RT ke luar negeri, pasti saya yang dipercaya menjaga keamanan! Bahkan, begitu balik, Bu RT ngasi saya jam tangan nih, dari Singapura!
Hansip Udin memamerkan jam tangannya pada Supir Wardi, supir baru tante yang sedang bertandang.
Sesaat kemudian Supir Wardi balik pamer pada Hansip Udin, Din, saya juga dapet jam, kok Udin ga langsung pake jamnya, ayo dong dipake kaya saya….
I did it. Kesalahan terbesar dalam sejarah profesi. Blunder terburuk yang selalu diwanti-wanti para penasihat karir. Penghancur relasi bisnis, penolak bala kesempatan lebih baik, penanda buruknya attitude. Mulai dari sekarang, akan ada coreng besar dalam CV gue. LinkedIn gue akan selamanya dikutuk pemburu talent. Karena gue mengundurkan diri satu setengah bulan setelah mulai bekerja.
Ya, sama seperti wanita Indonesia sejati, gue pun turut mengutuk saat mendengar kisah petualangan Gary Iskak. Ya, seperti calon ibu manapun, langsung mengetok-ngetok meja kayu tiga kali sambil bilang ‘amit-amit jabang bayi’. Ya, seperti para wanita feminis, ikut menyumpah agar Gary Iskak dijatuhi hukuman seberat-beratnya, kalau perlu pakai pancung alat kelamin agar tak lagi membuat keonaran.
Saat itu seminggu sebelum launching buku gue yang pertama. Kepercayaan diri gue yang biasanya kelewat tinggi sedang menurun drastis.Pada masa yang jarang terjadi itu, gue berharap mendapat suntikan rasa PD, dengan beralih pada seorang teman yang punya rasa PD berlebih, Oknum R.
“Duhh..gue mau launching buku nih.. Ngeriii…”
Prime time, acara Take Him Out Indonesia
Mamih: Yang Sunda pasti dimatiin!
Margie: Kenapa gitu? Ganteng kok!
Mamih: Soalnya dari awal yang cewe uda bilang, dia Kristiani. Tuuu…Tuuu..kan! Dimatiin kan!
Margie: Enggak kok, yee..malah dia yang dipilih!
Mamih: Mukanya memang cocok sih, mirip, kayak jodoh.
Margie: kok bisa jodoh? Katanya Sunda?
“BUUU!! KUCINGNYA NAKAL!!! NAIK KE ATAS UGE!!”
“APAAAAAA??? KURANG AJAR!!! CIYATTTT!!!!”
Dengan perkasa si mamih langsung menyabet dengan ujung sapu si kucing gendut yang sedang tidur siang sambil menggaruk-garuk atap UGe, mobil semata wayang gue. Kucing gendut langsung melompat panik. Bulunya rontok bertebaran.
Sesaat gue melemparkan senyum penuh kemenangan. Kucing gendut membalas dengan cibiran licik. Dicakar-cakarnya UGe dengan kalap sebelum meloloskan diri dari sela-sela pagar. “KUCING!! AWAS LOE BERANI KESINI LAGI! GUE JEPITTTT!!!”